AS Teken Kesepakatan Energi dengan Sejumlah Negara Asia, Nilai Total Rp950 Triliun
IDXChannel - Amerika Serikat (AS) mengamankan kesepakatan terkait energi dengan sejumlah negara Asia, nilai totalnya mencapai USD56 miliar atau sekitar Rp950 triliun.
Dilansir dari Axios pada Rabu (18/3/2026), kerja sama tersebut disepakati di sela-sela Pertemuan Menteri Energi Indo-Pasifik di Tokyo baru-baru ini.
"Negara-negara tersebut semuanya ingin memiliki keamanan energi," kata Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum.
"Mereka melihat AS sebagai mitra yang dapat diandalkan," katanya.
Burgum menyoroti penandatanganan Perjanjian jual beli yang mengikat selama 20 tahun antara Venture Global dan raksasa pertahanan Korea Selatan Hanwha Aerospace untuk 1,5 juta metrik ton gas alam cair (LNG) AS per tahun mulai 2030. Kesepakatan ini bernilai sekitar USD10 miliar.
Venture Global juga meneken keputusan investasi akhir senilai USD8,6 miliar untuk fasilitas LNG CP2 di Louisiana, yang menurut Departemen Dalam Negeri merupakan salah satu investasi infrastruktur energi terbesar dalam sejarah AS. Investasi ini bertujuan untuk mengamankan ekspor LNG jangka panjang ke sekutu Indo-Pasifik.
Dalam kesepakatan lain, Terra Energy Center mencapai kesepakatan prinsip senilai USD1 miliar dengan Hyundai Heavy Industries Power Systems untuk menyediakan boiler pembangkit listrik tenaga batu bara untuk proyek di Alaska.
Departemen tersebut mengatakan bahwa ini akan menjadi pesanan pertama boiler pembangkit listrik tenaga batu bara skala utilitas di AS sejak sekitar 2006.
Kesepakatan lain antara perusahaan AS dan Indo-Pasifik mencakup tenaga nuklir dan teknologi bahan bakar. (Wahyu Dwi Anggoro)









