Ekspor Komoditas dan APBN Dinilai Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
IDXChannel — Pemerintah menilai kinerja ekspor komoditas serta peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026).
Menurut Airlangga, ekspor sejumlah komoditas utama Indonesia seperti batu bara, karet, nikel, dan tembaga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. BIa menyebut nilai ekspor dari komoditas tersebut mencapai sekitar USD47 miliar, sementara defisit sektor minyak dan gas tercatat sekitar USD19,5 miliar.
“Dari ekspor komoditas tersebut sekitar USD47 miliar, sementara defisit migas sekitar USD19,5 miliar, sehingga secara alami dapat saling mengkompensasi,” ujar Airlangga.
Selain faktor eksternal, pemerintah juga menilai APBN tetap berperan sebagai penyangga stabilitas ekonomi atau shock absorber. Sejumlah program belanja disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Beberapa di antaranya meliputi program bantuan pangan dengan alokasi sekitar Rp11,92 triliun serta pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara yang nilainya sekitar Rp40 triliun pada tahun ini.
Di sisi lain, pemerintah juga melaporkan kinerja penerimaan pajak pada awal 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Airlangga memperkirakan penerimaan pajak pada Maret berpotensi meningkat seiring dengan periode pelaporan pajak tahunan yang umumnya terjadi pada bulan tersebut.
“Kami perkirakan Maret akan lebih tinggi karena periode pelaporan pajak biasanya terjadi pada bulan ini,” katanya.
(Shifa Nurhaliza Putri)










