Bukalapak (BUKA) Raih Pendapatan Rp6,5 Triliun pada 2025, Tumbuh 46 Persen

Bukalapak (BUKA) Raih Pendapatan Rp6,5 Triliun pada 2025, Tumbuh 46 Persen

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 13 Maret 2026 - 18:10
share

IDXChannel - PT BUKALAPAK.com Tbk (BUKA) mencatat pertumbuhan bisnis yang solid sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan tahunan dan profitabilitas yang meningkat signifikan.

Pendapatan BUKA tumbuh 46 persen menjadi Rp6,5 triliun pada tahun lalu, sejalan dengan upaya transformasi dan perluasan skala bisnis. Kenaikan ini juga tidak terlepas dari performa kuartal keempat yang mencatatkan pendapatan Rp1,8 triliun, didorong oleh pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis utama.

"Tahun 2025 adalah momen penting bagi kami untuk memperkuat fondasi perusahaan dengan berfokus pada strategi yang dapat memberikan nilai jangka panjang kepada stakeholders kami," kata Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana melalui keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

Segmen Gaming, yang mengoperasikan gaming marketplace seperti Itemku dan Lapakgaming, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,5 triliun pada 4Q25, tumbuh 8 persen secara kuartalan yang didorong strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatnya aktivitas transaksi di akhir tahun. 

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak yang berfokus dalam memberdayakan UMKM melalui penyediaan akses kepada produk virtual, mencatatkan kenaikan pendapatan 12 persen secara kuartalan menjadi Rp191 miliar seiring dengan meningkatnya permintaan produk virtual seperti in-game currency dan voucher isi ulang permainan. 

Sisanya disumbang oleh segmen Investment melalui platform B-Money sebesar Rp25 miliar dan segmen Retail yang mencatat pendapatan Rp74 miliar pada 4Q25, didorong oleh tingginya permintaan akhir tahun serta aktivitas cuci gudang untuk mengoptimalkan perputaran stok.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, Bukalapak mencatatkan perbaikan signifikan pada posisi EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA). Pada akhir 2025, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp62 miliar, berbanding terbalik dengan akhir 2024 yang negatif Rp340 miliar.

Sementara itu, laba bersih BUKA menyentuh Rp3,14 triliun pada 2025. Laba tersebut terutama disebabkan oleh pencatatan akuntansi terkait penyesuaian nilai saham yang menjadi portofolio perseroan.

Dengan cadangan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp17,8 triliun, Bukalapak memiliki fleksibilitas modal yang kuat untuk terus mengeksekusi strategi pertumbuhan jangka panjang, melakukan inovasi produk, dan menangkap peluang baru di pasar yang terus berkembang.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik