InfraNexia Akan Kelola Aset Fiber Optik Milik BUMN di Bawah Danantara
IDXChannel - PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia bakal kelimpahan aset fiber optik yang operasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara.
Langkah ini sejalan dengan upaya konsolidasi bisnis yang tengah dilakukan oleh anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) tersebut.
"Ya, arahannya dari Danantara bagaimana kalau kami melakukan kajian supaya aset fiber yang ada di BUMN lain bisa dikonsolidasikan," kata Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini saat buka puasa dengan media di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dian juga membeberkan strategi pengembangan InfraNexia. Menurutnya, tahun ini akan fokus menjadikannya sebagai Fiber Co yakni sebagai perusahaan yang lebih efisien, mengelola aset dengan baik dan bisa menjual layanan ke luar Telkom Group lebih banyak lagi.
Setelah konsodasi ini rampung, kata Dian, InfraNexia akan melanjutkan ekspansi dengan mencari mitra kerja baik dari dalam maupun luar negeri.
Langkah ini dilakukan di samping opsi lainnya yang mungkin ditempuh yakni melepas saham di pasar modal.
Lebih lanjut Dian mengatakan, semua program yang dilakukan Telkom tersebut merupakan bagian dari strategi TLKM 30 yang dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga tahun 2030 untuk meningkatkan kinerja sekaligus daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global.
Tedapat empat pilar bisnis utama Telkom dari program tesebut, yakni pilar pertama B2C Business untuk mobile dan fixed broadband melalui Telkomsel; Kedua, B2B Infrastructure dengan melalui bisnis menara, fiber, data center hingga satelit: Ketiga, B2B internasional lewat Telin dan Pilar keempat B2B IT Services.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba mengungkapkan, perseroan menargetkan spin-off bisnis fiber optik Telkom ke InfraNexia bisa mendongkrak pendapatan Telkom dari segmen jasa layanan fiber optik di luar Telkom.
"Saat ini, revenue Telkom dari jasa layanan fiber optik dari eksternal sekitar 15 persen. Setelah spin-off InfraNexia, kami targetkan naik menjadi 25 persen," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)










