Fit and Proper Test Calon DK OJK, Friderica Widyasari Dewi Usung 8 Kebijakan Prioritas
IDXChannel - Friderica Widyasari Dewi menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sebagai calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) di Komisi XI DPR RI pada Rabu (11/3/2026).
Dalam pemaparannya, perempuan yang kini menjabat sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK itu mengusung delapan kebijakan prioritas untuk memperkuat sektor jasa keuangan nasional.
Dia menilai sektor jasa keuangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Untuk itu, menurutnya, kepemimpinan OJK ke depan harus mampu memastikan bahwa sektor jasa keuangan tetap stabil, kredibel dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
"Saya mengusung delapan kebijakan prioritas sebagai arsitektur strategis dalam penguatan sektor jasa keuangan ke depan. Melalui delapan kebijakan ini, kita ingin memastikan bahwa sektor jasa keuangan tidak hanya stabil, tetapi juga terpercaya, inklusif, dan kontributif dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional," ujar Kiki, sapaan akrabnya.
Pertama, dia menegaskan bahwa menjaga stabilitas sistem keuangan menjadi jangkar utama kebijakan OJK. Di samping itu dia juga menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan publik, mendorong sektor jasa keuangan yang kontributif bagi pembangunan ekonomi nasional, memperkuat pengawasan terintegrasi, mempercepat pendalaman pasar, melindungi konsumen dan masyarakat, memperkuat kelembagaan dan internal OJK, serta meneguhkan sinergi dengan para pemangku kepentingan.
"Itu semua tujuannya adalah untuk sektor jasa keuangan yang stabil, terpercaya, inklusif, dan kontributif dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional untuk Indonesia maju menuju Indonesia emas 2045," kata Kiki.
Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut hanya dapat berjalan efektif melalui sinergi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan lembaga, DPR RI, serta kerja sama internasional.
"Kemampuan OJK yang kuat, visioner, dan berintegritas untuk memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan untuk Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045," tururnya.
(NIA DEVIYANA)










