Alfamart (AMRT) Habiskan Dana Rp812 Miliar untuk Buyback Saham

Alfamart (AMRT) Habiskan Dana Rp812 Miliar untuk Buyback Saham

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 10 Maret 2026 - 04:24
share

IDXChannel - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart (AMRT) menuntaskan proses pembelian kembali saham (share buyback). Perusahaan pengelola jaringan ritel tersebut menghabiskan dana sekitar Rp821 miliar.

Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian mengatakan, proses buyback saham tersebut dilakukan sejak 8 Desember 2025 dan berakhir pada 6 Maret 2026.

"Selama periode pembelian kembali saham, perseroan telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 432.669.000 saham dengan jumlah dana sebesar Rp812,46 miliar," kata Tomin lewat keterbukaan informasi, Senin (9/3/2026).

Dengan demikian, harga rata-rata pembelian sekitar Rp1.877,8 per saham. Adapun jumlah saham yang dibeli sebanyak 0,01 persen dari total saham beredar perseroan yang mencapai 41,52 miliar.

Harga saham AMRT terus tertekan seiring sentimen negatif pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kebijakan koperasi Merah Putih. Sejak awal 2026, harga saham emiten milik taipan Djoko Susanto itu melemah 27 persen ke level Rp1.435.

Di tengah tekanan harga saham tersebut, perseroan memutuskan untuk melakukan buyback saham. Skema yang dipilih tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023.

Aksi korporasi ini dilakukan untuk menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif sekaligus dalam rangka meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan.

Selain itu, buyback saham juga dipilih untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang. Saham hasil buyback yang disimpan dalam saham treasuri dapat dijual kembali di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan tambahan modal.

Saat itu, Alfamart menetapkan alokasi dana buyback maksimal Rp1,5 triliun. Dengan kata lain, jumlah dana yang dihabiskan setara 54 persen dari total pagu yang dianggarkan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik