Purbaya Klaim Ekonomi RI Kuat saat IHSG Turun Tajam: Time to Buy, Enggak Usah Takut

Purbaya Klaim Ekonomi RI Kuat saat IHSG Turun Tajam: Time to Buy, Enggak Usah Takut

Terkini | idxchannel | Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:14
share

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang parkir di level 7.585 pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026).

Purbaya mengakui sentimen negatif kali ini dipicu oleh keputusan lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, yang merevisi prospek (outlook) utang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".

Meski pasar bereaksi negatif, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional tidak mengalami perubahan buruk secara struktural. Menurutnya, Indonesia justru sedang berada dalam tren percepatan pertumbuhan.

"Jadi enggak usah takut, S&P, Fitch yang mengeluarkan outlook negatif. Wah, digabung dengan global ya, sahamnya jatuh, perusahaan-perusahaannya jatuh. Enggak, fondasi kita masih kuat, enggak ada yang berubah. Kita masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Purbaya menilai koreksi yang terjadi di bursa saham domestik merupakan fenomena jangka pendek akibat persepsi lembaga rating.

Bendahara Negara ini justru melihat penurunan harga saham sebagai peluang investasi yang menarik bagi masyarakat dan pelaku pasar. Ia pun meminta publik untuk tidak panik akan adanya ancaman ekonomi yang ambruk.

"Kemarin itu turun lagi kan, time to buy sebetulnya. Jadi ya enggak usah takut," ujar dia.

Merespons rentetan peringatan dari berbagai lembaga keuangan dunia, mulai dari S&P, Moody’s, Goldman Sachs, hingga MSCI, Purbaya memastikan bahwa pemerintah terus bekerja keras menutup celah kelemahan dalam postur ekonomi nasional.

Sebagai Bendahara Negara, ia secara aktif memantau dinamika pasar dan parameter fiskal guna melakukan perbaikan yang diperlukan secara berkelanjutan.

"Memang fondasinya diperbaiki, betul-betul diperbaiki, saya monitor terus kelemahan-kelemahan ekonomi, yang jelas kita akan perbaiki terus ke depan," tuturnya.

Sebagai informasi, Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit utama Indonesia pada level BBB (Investment Grade), namun mengubah prospeknya menjadi Negatif.

Revisi ini mencerminkan adanya kekhawatiran terkait ketidakpastian kebijakan bauran ekonomi di masa depan serta potensi tekanan fiskal. Sinyal peringatan ini menjadi catatan serius bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ambisi pertumbuhan yang tinggi.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik