Indonesia Kejar Target Kapasitas PLTS 100 GW, Tahap Awal 13 GW
IDXChannel - Presiden Prabowo memerintahkan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai wilayah untuk mewujudkan target kapasitas 100 Gigawatt (GW). Langkah ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, untuk tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan kapasitas PLTS sebesar 13 GW.
“Tadi diprioritaskan mungkin di daerah-daerah yang memang sudah punya distribusinya. Jadi kurang lebih dari usulan tadi dari 100 GW jadi 13 GW terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” ucap Rosan usai rapat dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Rosan mengungkapkan, saat ini sudah ada investasi yang masuk untuk mendukung ekosistem industri tenaga surya di dalam negeri senilai USD4,1 miliar. Investasi ini bakal mendukung pemenuhan target kapasitas PLTS.
“Jadi (investasi) itu sudah (memenuhi) 50 GW. Jadi itu juga sudah investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai. Jadi itu juga akan membantu kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek PLTS ini,” katanya.
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan telah ada satu prototipe pembangunan PLTS dari Danantara yang telah dikembangkan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dengan kapasitas 1 MW.
“Nah itu juga prototipe itu akan ditinjau, akan dilihat langsung oleh tim, baik oleh ESDM dan juga Mendikti untuk kemudian itu bisa di roll-out,” ujar Rosan.
Sementara itu, menurut Rosan, Presiden Prabowo mendorong agar pembangunan PLTS dapat dipercepat dengan memanfaatkan berbagai skema pendanaan. Danantara diminta untuk segera melihat dan mempelajari strukturnya.
“Baik dari dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang punya teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar dan baterainya,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)










