Masuk Bisnis AI, Anak Usaha Dian Swastatika (DSSA) Dirikan Joint Venture Baru
IDXChannel - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui anak usahanya PT DSST Mas Gemilang (DSST) memasuki bisnis Artificial Intelligence (AI) dengan mendirikan joint venture.
Perusahaan patungan bernama PT Brilian Teknologi Sejahtera (BTS) ini dibentuk bersama dengan dengan perusahaan teknologi global asal China, iFLYTEK Co Ltd.
Kerja saham tersebut menggabungkan kapabilitas teknologi AI full-stack milik iFLYTEK dengan ekosistem bisnis luas yang dimiliki oleh Grup Sinar Mas.
“Ini adalah langkah strategis untuk membawa AI kelas dunia ke dalam ekosistem pendidikan Indonesia dan memperluas akses yang merata terhadap pembelajaran berkualitas di seluruh negeri,” ujar CEO DSST Marlo Budiman dalam keterangan, Jumat (6/3/2026).
Melalui perusahaan patungan BTS, kedua perusahaan akan mengembangkan ekosistem teknologi berbasis AI yang mencakup berbagai sektor. Fokus awal diarahkan pada transformasi digital di bidang pendidikan dan kesehatan, sebelum diperluas ke sektor telekomunikasi, keuangan, dan energi.
Di sektor pendidikan, penerapan solusi iFLYTEK AI Smart Class diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan kekurangan sekitar 1,3 juta tenaga guru di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui sistem yang lebih personal dan berbasis data.
Sistem ini memungkinkan otomatisasi berbagai proses pendidikan, mulai dari pengajaran hingga evaluasi, sehingga meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar sekaligus mendukung pengembangan talenta AI lokal.
Salah satu implementasi awal teknologi tersebut telah diterapkan di Tzu Chi School. Pihak sekolah menyebut penggunaan teknologi seperti AI Board Writing, AI Tutor, dan AI Recording System mampu membantu proses pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan efisien.
Selain pendidikan, kolaborasi ini juga menyasar sektor kesehatan dengan menghadirkan solusi AI berbasis Spark Medical Large Model. Teknologi tersebut diklaim memiliki kemampuan analisis medis yang melampaui 96,3 persen peserta manusia dalam ujian lisensi medis.
Vice President iFLYTEK Smart Healthcare Liu Yang menambahkan, penerapan teknologi tersebut akan difokuskan pada peningkatan kapasitas layanan kesehatan primer serta percepatan proses skrining penyakit, termasuk tuberkulosis (TB), guna membantu mengatasi keterbatasan tenaga medis dan fragmentasi data kesehatan di Indonesia.
“Dengan mengintegrasikan penalaran klinis tingkat lanjut ke dalam layanan lokal, kami ingin memastikan keahlian medis kelas dunia dapat diakses lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, DSST Mas Gemilang juga mendirikan joint venture dengan LG CNS Co Ltd. Perusahaan patungan bernama PT LG Sinarmas Technology Solutions ini fokus pada bisnis teknologi dan infrastruktur digital seperti data center.
(DESI ANGRIANI)








