Total Aset Asuransi Tembus Rp1.214 Triliun per Januari 2026

Total Aset Asuransi Tembus Rp1.214 Triliun per Januari 2026

Terkini | idxchannel | Selasa, 3 Maret 2026 - 17:04
share

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset industri asuransi per Januari 2026 telah menembus angka Rp1.214 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengungkapkan, industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) tetap menunjukkan performa stabil pada awal 2026. 

“Untuk industri asuransi, aset industri asuransi pada Januari 2026 mencapai Rp1.214,87 triliun atau naik 5,96 persen year-on-year. Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp995,19 triliun atau naik sebesar 7,48 persen year-on-year,” kata Ogi dalam konferensi pers Hasil RDKB OJK, Selasa (3/3/2026).

Tingkat kesehatan finansial industri asuransi masih berada di level yang sangat aman. Hal ini tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) yang jauh melampaui standar minimal regulator sebesar 120 persen.

Rinciannya, Asuransi Jiwa RBC mencapai 478,06 persen dan Asuransi Umum RBC mencapai 333 persen. Tebalnya permodalan ini menunjukkan bahwa perusahaan asuransi memiliki bantalan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis.

Meskipun aset tumbuh, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial yang mencapai Rp36,38 triliun (tumbuh 4,67 persen yoy) menyimpan anomali.

Pertumbuhan tersebut nyatanya hanya didorong oleh sektor asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh pesat sebesar 17,92 persen menjadi Rp18,42 triliun.

Sebaliknya, sektor asuransi jiwa justru mengalami kelesuan dengan pendapatan premi yang terkontraksi sebesar 6,15 persen menjadi Rp17,97 triliun. 

Fenomena ini mengindikasikan bahwa meski perusahaan memiliki modal kuat, tantangan besar justru hadir dari sisi minat beli masyarakat atau strategi penjualan produk asuransi jiwa.

Berbeda dengan asuransi, industri dana pensiun justru mencatatkan pertumbuhan yang lebih impresif. Total aset dana pensiun melonjak 11,21 persen secara tahunan menjadi Rp1.686 triliun, melampaui laju pertumbuhan aset asuransi.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik