PMI Manufaktur Indonesia Menguat 2 Bulan Beruntun pada Awal 2026
IDXChannel - Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari S&P Global naik menjadi 53,8 pada Februari 2026 dari 52,6 di bulan sebelumnya.
Skor di atas level netral 50 menunjukkan pertumbuhan, sementara angka di bawahnya mengindikasikan penyusutan.
"Perbaikan kondisi sektor manufaktur Indonesia kembali menguat pada pertengahan triwulan pertama, memberikan prospek positif pada bulan-bulan mendatang," kata Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026).
Faktor utama peningkatan bulan lalu adalah percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia.
Permintaan baru naik selama tujuh bulan berturut-turut, dengan laju pertumbuhan terkuat sejak November lalu.
Produsen manufaktur Indonesia kembali mencatat peningkatan pesanan ekspor baru untuk pertama kali dalam enam bulan. Angkanya merupakan yang tertinggi sejak Mei 2022.
"Kondisi permintaan menunjukkan tren positif, dengan penjualan yang meningkat cukup kuat sehingga mendorong kenaikan produksi, ketenagakerjaan, dan aktivitas pembelian.Terlebih lagi, kenaikan permintaan tidak terbatas pada klien domestik saja, karena ekspor naik untuk pertama kali dalam enam bulan," katanya.
"Tekanan harga masih tetap tinggi, dengan produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata di tengah laporan kenaikan harga bahan baku," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)









