Kinerja 2025 Solid, Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Rp1,66 Triliun
IDXChannel - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan laba sebelum pajak (pre-tax profit/PBT) sebesar Rp2,22 triliun, melonjak 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATMI) meningkat lebih tinggi, yakni 48,5 persen menjadi Rp1,66 triliun. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penurunan biaya provisi yang signifikan serta pengendalian biaya operasional yang lebih baik.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Perseroan.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi BNII untuk memperkuat profitabilitas dan fundamental bank. Hal ini sejalan dengan penerapan strategi prioritas di tengah kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian,” ungkapnya.
Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 1,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) terjaga di level 4,3 persen. Sementara itu, pendapatan nonbunga meningkat 8,1 persen, mendorong gross operating income (GOI) naik 3,1 persen menjadi Rp9,55 triliun.
Penurunan beban provisi sebesar 28,7 persen turut memberikan kontribusi besar terhadap perbaikan kinerja. Hal ini mendorong laba operasional sebelum provisi (pre-provision operating profit/PPOP) tumbuh 4,8 persen menjadi Rp3,10 triliun.
Pada sisi penyaluran kredit, total kredit BNII tercatat sebesar Rp123,64 triliun, turun 3,1 persen secara tahunan seiring langkah penyeimbangan portofolio di segmen korporasi. Meski demikian, kredit ritel dan usaha kecil menengah (SME) tetap menunjukkan pertumbuhan positif sekitar 5 persen.
Total aset Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp193,72 triliun pada akhir 2025. Dari sisi pendanaan, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat menjadi 57,6 persen, mencerminkan struktur pendanaan yang semakin sehat.
Kualitas aset juga membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 2,2 persen dan NPL net di level 1,3 persen. Sementara itu, permodalan bank tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 27,3 persen.
Di segmen syariah, Maybank Indonesia mencatatkan lonjakan laba sebelum pajak sebesar 104 persen menjadi Rp847 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan yang meningkat di kisaran 8 persen hingga 13 persen pada berbagai segmen.
(Shifa Nurhaliza Putri)









