Inflasi Jepang Turun pada Awal 2026 Berkat Subsidi Energi

Inflasi Jepang Turun pada Awal 2026 Berkat Subsidi Energi

Terkini | idxchannel | Jum'at, 20 Februari 2026 - 12:54
share

IDXChannel - Inflasi di Jepang melambat pada Januari 2026, menandai meredanya krisis biaya hidup di Negeri Sakura tersebut.

Tidak termasuk makanan segar, inflasi inti mencapai 2,0 persen secara tahunan, level paling rendah dalam dua tahun.

Dilansir dari AFP pada Jumat (20/2/2026), angkanya turun dari 2,4 persen pada Desember 2025.

Inflasi utama yang tidak disesuaikan mencapai 1,5 persen pada Januari 2026, turun dari 2,1 persen di bulan sebelumnya.

Harga bensin turun 14,6 persen, sebagian besar berkat subsidi pemerintah. 

"Ke depan, kami memperkirakan inflasi utama melemah lebih lanjut menjadi sedikit di atas satu persen pada Februari dan Maret, seiring dengan berlakunya subsidi energi yang besar," kata Analis Capital Economics Abhijit Surya.

Surya menambahkan bahwa dengan meredanya tekanan harga, Bank Sentral Jepang (BOJ) tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.

Menurut sejumlah analis, kenaikan suku bunga lanjutan kemungkinan baru akan  terjadi pada pertengahan 2026. 

Inflasi yang melonjak di Jepang berkontribusi pada kejatuhan dua pendahulu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Sejak menjabat, dia menjadikan bantuan ekonomi kepada rumah tangga sebagai prioritas.

(Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik