Krakatau Steel (KRAS) Siap Pasok Baja untuk Penguatan Industri Galangan Kapal
IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kedaulatan industri maritim melalui penyediaan material baja berkualitas untuk mendukung program percepatan pemenuhan armada kapal nasional.
Dalam program tersebut, Danantara memosisikan PT PAL Indonesia (Persero) sebagai orkestrator bagi 22 galangan kapal nasional untuk memenuhi kebutuhan ribuan unit kapal di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai tulang punggung industri baja nasional, KS memegang peran krusial dalam memastikan ketersediaan material standar domestik yang kompetitif guna menekan ketergantungan impor.
Direktur Utama KS, Akbar Djohan menekankan bahwa kesiapan material adalah kunci agar standarisasi kapal nasional yang diusung PT PAL dapat berjalan efisien.
"Sinergi antara penyedia baja nasional dengan galangan kapal diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang kuat," katanya melalui keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Melalui integrasi hulu ke hilir ini, Krakatau Steel memproyeksikan peningkatan penyerapan baja domestik yang signifikan seiring dengan mandat pemenuhan armada nasional. Langkah ini tidak hanya memperkuat industri pertahanan dan transportasi laut, tetapi juga memastikan nilai tambah ekonomi tetap berada di dalam negeri.
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menambahkan, kolaborasi ekosistem ini merupakan langkah strategis bagi industri galangan kapal. Dia menegaskan, PT PAL bukanlah kompetitor, melainkan orkestrator bagi galangan kapal nasional.
"Keberhasilan transformasi di PT PAL akan diterapkan ke galangan lain agar memiliki standar kompetensi global, didukung oleh ketersediaan material domestik yang solid,” ujarnya.
Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menyampaikan, pemerintahan Prabowo saat ini serius mendorong kebijakan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) serta penguatan rantai pasok.
"Konsolidasi rantai pasok industri maritim merupakan langkah transformasi untuk meningkatkan investasi dan konektivitas antardaerah," ujar Sigit.
(Rahmat Fiansyah)










