Hasnur (HAIS) Raih Laba Bersih Rp87 Miliar pada 2025, Turun 28 Persen
IDXChannel - PT Hasnur International Shipping Tbk (HAIS) mencatat pelemahan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan penurunan pada sisi topline dan bottomline.
Emiten perkapalan tersebut membukukan pendapatan Rp880 miliar, turun sekitar 13,4 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,02 triliun. Sejalan dengan penurunan tersebut, laba bersih perseroan juga turun 28 persen dari Rp121 miliar menjadi Rp87 miliar.
Meski turun, perseroan tetap menjaga kesinambungan usaha dengan menitikberatkan pada pendapatan yang berkualitas, ketahanan arus kas operasional, dan pengelolaan aset yang disiplin.
Penurunan pendapatan Hasnur juga mencerminkan strategi perseroan menyesuaikan skala operasional di tengah tekanan pasar global, tantangan geopolitik, hingga faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi industri logistik dan pelayaran laut.
Secara operasional, Hasnur mengangkut volume kargo 10,57 juta metrik ton (MT), turun 12,6 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 12,09 juta MT. Batu bara tetap menjadi komoditas dominan yang diangkut perseroan selain gypsum dan batu split.
Direktur Keuangan Hasnur, Rickie mengatakan, tahun 2025 menjadi momentum bagi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis dengan menjaga kualitas penadpatan, memastikan arus kas operasional yang sehat, serta meningkatkan keandalan operasional armada.
"Strategi ini kami jalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Untuk mendukung ketahanan kinerja dan pertumbuhan bisnis pada 2025, Hasnur menambah empat set armada baru sehingga total armada per akhir Desember mencapai 23 set tugboat dan barge. Penambahan armada ini membuat aset perseroan tumbuh 28 persen menjadi Rp1,53 triliun.
Selain ekspansi armada, Hasnur juga terus memperkuat kapabilitas operasional dalam bisnis floating loading facilities (FLF) melalui entitas usaha, PT Hasnur Resources Terminal yang membuat perusahaan patungan bernama PT Hasnur Multi Sinergi, dengan PT Guna Maritim. Bisnis ini ditargetkan beroperasi pada 2027.
(Rahmat Fiansyah)










