Pendapatan XLSMART (EXCL) Tembus Rp42,5 Triliun pada 2025, Tumbuh 23 Persen
IDXChannel - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatat kinerja positif pascamerger antara PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Emiten telekomunikasi mencatat pertumbuhan dua digit, baik dari sisi topline maupun bottomline.
EXCL membukukan pendapatan Rp42,5 triliun sepanjang 2025, tumbuh 23 persen dibandingkan 2024. Segmen layanan data dan digital menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan dengan porsi lebih dari 90 persen.
Sementara itu, EBITDA yang dinormalisasi tumbuh 13 persen menjadi Rp20,1 triliun dan laba bersih yang dinormalisasi melesat 63 persen menjadi Rp3 triliun.
"Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini. Di tengah tantangan industri yang dinamis dan konsolidasi yang dilakukan, kami tetap berhasil meraih pencapaian yang baik," kata Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi melalui keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Rajeev menilai, merger yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sukses serta tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari rencana awal. Selain itu, target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil dicapai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya.
Perseroan juga berhasil mewujudkan konsolidasi dan integrasi jaringan secara solid, sehingga bisa menciptakan fondasi untuk menyediakan infrastruktur jaringan yang lebih kuat, termasuk dengan diluncurkannya cakupan jaringan dan layanan 5G di berbagai kota/kabupaten di Indonesia beberapa waktu lalu dan akan terus bertambah secara bertahap ke depannya. Ke depan, XLSMART masih akan terus fokus untuk meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dia menambahkan, XLSMART juga berhasil meningkatkan pertumbuhan pendapatan serta meningkatkan pertumbuhan ARPU (average revenue per user) yang disertai dengan meningkatnya pengalaman pelanggan. Di akhir tahun 2025, total pelanggan XLSMART mencapai 73 juta pelanggan, dengan ARPU campuran (blended) sekitar Rp39,5 ribu.
Secara kuartalan, pencapaian ARPU di kuartal IV-2025 mencapai Rp44,8 ribu, meningkat dibandingkan periode kuartal sebelumnya yang mencapai Rp38,9 ribu. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi monetisasi, penyederhanaan produk dan tarif, serta perbaikan pengalaman pelanggan yang dihasilkan dari integrasi jaringan yang berjalan efektif.
Rajeev mengatakan, tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi XLSMART dengan keberhasilan menyelesaikan merger yang menghasilkan sinergi nyata dan manfaat operasional signifikan. Proses integrasi dan konsolidasi yang ditargetkan selesai semester I-2026 telah membuahkan hasil positif, dengan peningkatan performa dan kualitas jaringan yang berdampak langsung pada pengalaman pelanggan. Kecepatan download pelanggan XLSMART meningkat hingga 83 persen, membuktikan komitmen perusahaan menghadirkan layanan terbaik di era digital.
Dari sisi beban biaya operasional, terjadi peningkatan biaya sebagai imbas dari proses integrasi yang dilakukan serta kegiatan operasional yang semakin luas pasca merger. Untuk beban biaya terkait penjualan dan pemasaran juga meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebagai dampak dari meningkatnya komisi penjualan, dan meningkatnya biaya iklan dan promosi terkait peluncuran 5G dan perluasan jaringan.
Untuk beberapa komponen biaya lainnya mengalami kenaikan, seperti biaya infrastruktur, biaya interkoneksi dan pengeluaran langsung lainnya, termasuk pula beban biaya regulatory. Secara keseluruhan, beban biaya operasional di akhir tahun 2025 ini mengalami peningkatan sejalan dengan munculnya biaya-biaya yang terkait langsung dengan integrasi pascamerger menjadi entitas baru XLSMART.
Dari sisi finansial, merger berhasil merealisasikan sinergi USD250 juta di tahun pertama. Posisi keuangan XLSMART tetap solid di mana utang kotor tercatat di angka Rp23,7 triliun, dengan rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 3,38 kali. Utang bersih tercatat sebesar Rp21 triliun.
XLSMART tidak memiliki utang berdenominasi dolar AS. Sebesar 87 persen dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga mengambang (floating) dan 13 persen memiliki suku bunga tetap, dengan Free Cash Flow (FCF) mencapai Rp6,6 triliun.
XLSMART juga terus melakukan integrasi untuk meningkatkan kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan. Hingga akhir tahun 2025, pengeluaran belanja modal (capex) mencapai Rp 11,2 triliun. Di samping itu, XLSMART mampu menjaga stabilitas layanan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah transformasi besar ini, membuktikan ketangguhan operasional dan komitmen memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di akhir tahun 2025, total jumlah BTS XLSMART mencapai lebih dari 225 ribu BTS, meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total objek yang diintegrasikan mencapai sekitar 34.500 objek. Sementara trafik layanan di periode ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 38 persen, mencapai 14.566 Petabytes.
(Rahmat Fiansyah)










