Pertamina Geothermal (PGEO) Sediakan Green Hydrogen untuk Kelistrikan Terminal LPG Tanjung Sekong

Pertamina Geothermal (PGEO) Sediakan Green Hydrogen untuk Kelistrikan Terminal LPG Tanjung Sekong

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 13 Februari 2026 - 12:50
share

IDXChannel—PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melaksanakan kick-off, atau pembukaan, proyek ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, pada Rabu (11/2/2026), dihadiri oleh jajaran pimpinan Pertamina Group.

Dalam inisiatif ini, PGEO mengembangkan green hydrogen berbasis panas bumi yang bersumber dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung. Hidrogen hijau ini akan diarahkan untuk mendukung sistem kelistrikan rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong. 

Adapun peningkatan porsi pemanfaatan listrik rendah karbon ditargetkan hingga sekitar 25 persen—secara bertahap—dari kebutuhan listrik operasional terminal. 

Inisiatif ini menunjukkan kontribusi perseroan untuk menyediakan solusi energi rendah emisi berbasis panas bumi untuk mendukung operasional infrastruktur energi nasional. 

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Ahmad Yani mengatakan, keterlibatan perseroan dalam inisiatif ini adalah langkah konkret atas integrasi energi panasbumi dalam rantai hilir sektor energi. 

Pertamina Geothermal, kata Ahmad, berperan strategis dalam mendukung transisi energi lewat pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energibersih yang andal dan berkelanjutan. 

“Melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, kami mendorong pemanfaatan end-to-end panas bumi tidak hanya untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dan mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis,” ujar Ahmad. 

Integrasi panas bumi ke dalam ekosistem operasional terminal ini menjadi bagian dari sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group dalam mendukung agenda dekarbonisasi serta menurunkan emisi dari penggunaan listrik untuk kegiatan operasional terminal. 

Inisiatif ini juga mencerminkan pengembangan model pemanfaatan EBT yang dapat diterapkan pada fasilitas energi strategis lainnya. Lewat Green Terminal Tanjung Sekong, PGEO berkomitmen untuk terus mengembangkan pemanfaatan panas bumi secara end-to-end. 

Termasuk inovasi produk turunan seperti green hydrogen, guna mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.

Sebagai tambahan informasi, Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET). Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT). 

Terminal ini mampu melayani kapal hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT), fasilitas ini juga memasok sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional dan berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik