Ada BREN hingga HMSP, Berikut Deretan Emiten Big Caps dengan Free Float di Bawah 15 Persen

Ada BREN hingga HMSP, Berikut Deretan Emiten Big Caps dengan Free Float di Bawah 15 Persen

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 4 Februari 2026 - 16:20
share

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menerapkan kebijakan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen mulai Maret 2026. Batas free float tersebut dinaikkan dari sebelumnya 7,5 persen dari total saham beredar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, saat ini ada 267 emiten di BEI dengan free float di bawah 15 persen. Bahkan, banyak dari emiten tersebut merupakan perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar besar alias big caps.

Nyoman menambahkan, BEI akan memprioritaskan 49 emiten big caps dalam pilot project aturan baru ini sebelum nantinya diberlakukan secara penuh.

"Kalau kita lihat 49 emiten ini sudah merepresentasikan 90 persen dari market cap (nilai kapitalisasi pasar) mereka yang belum memenuhi ketentuan free float. Jadi kami prioritaskan dulu nih teman-teman yang 49 ini," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan catatan IDX Channel, banyak emiten yang memiliki free float di bawah 15 persen. Bahkan, beberapa emiten seperti PT Solusi Tunas Prima Tbk (SUPR) milik Djarum Group dan PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) yang terafliasi dengan Sinarmas Group belum memenuhi free float 7,5 persen.

Berikut 15 emiten big caps dengan free float di bawah 15 persen berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI):

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - 12,30 persen - nilai pasar Rp1.100 triliun
2. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - 10,66 persen - nilai pasar Rp575 triliun
3. PT Bank Permata Tbk (BNLI) - 9,98 persen - nilai pasar Rp148 triliun
4. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) - 9,97 persen - nilai pasar Rp132 triliun
5. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) - 9,00 persen - nilai pasar Rp127 triliunĀ 
6. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) - 14,78 persen - nilai pasar Rp110 triliun
7. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) - 9,25 persen - nilai pasar Rp109 triliun
8. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - 7,5 persen - nilai pasar Rp102 triliun
9. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - 10,44 persen - nilai pasar Rp85 triliun
10. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - 11,97 persen - nilai pasar Rp78 triliun
11. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - 14,05 persen - nilai pasar Rp77 triliun
12. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)- 9,63 persen - nilai pasar Rp73 triliun
13. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) - 14,74 persen - nilai pasar Rp52 triliun
14. PT Supra Tunas Pratama Tbk (SUPR) - 0,09 persen - nilai pasar Rp50 triliun
15. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) - 7,51 persen - nilai pasar Rp47 triliun

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik