CIO Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi Regulator

CIO Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi Regulator

Ekonomi | idxchannel | Senin, 2 Februari 2026 - 10:40
share

IDXChannel - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan bahwa rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan mengganggu independensi regulator.

Terkait potensi konflik kepentingan, Pandu menegaskan bahwa peran pemegang saham dan regulator tetap terpisah secara jelas. Pemegang saham berfokus pada pengembangan perusahaan dan penciptaan nilai, sementara kewenangan pengaturan dan pengawasan tetap berada di tangan regulator.

"Pemegang saham hanya sebagai shareholder. Yang membuat aturan adalah regulator. Kalau misal di Singapura, ada namanya financial service authority. Di sini namanya OJK. OJK lah yang melakukan peraturan. Pemegang saham ya fokus kepada for profit untuk institusi itu," ucap Pandu saat dijumpai di BEI, Minggu (1/2/2026).

Pandu mengatakan, demutualisasi merupakan praktik yang lazim dan telah diterapkan di banyak negara dengan tata kelola yang terbukti berjalan baik. Selain Singapura, bursa Hong Kong, India, dan bahkan Malaysia telah menerapkannya.

Dia menjelaskan, pada bursa-bursa yang telah lebih dulu menjalankan demutualisasi, keterlibatan sovereign wealth fund (SWF) sebagai pemegang saham juga merupakan hal yang umum. Di Singapura, kata dia, Temasek dan entitas terkait menjadi bagian dari struktur kepemilikan bursa.

"Bisa cek semua, sebagian besar memang sovereign wealth fund-nya masuk di situ. Dan ini nggak unik. Jadi di Singapura ada contoh seperti Temasek masuk, ada juga Temasek Link Companies yang ada juga perusahaan-perusahaan yang ada di situ," kata dia.

Menurutnya, kunci keberhasilan demutualisasi bukan hanya pada konsep, tetapi pada pelaksanaan aturan yang konsisten. Karena itu, peraturan pemerintah (PP) dan eksekusi kebijakan menjadi faktor yang sangat penting.

Saat ditanya apakah independensi bursa akan tetap terjaga, Pandu menegaskan hal tersebut tidak menjadi masalah selama regulator menjalankan fungsinya dengan baik.

"Tentu independensinya akan tetap, karena regulator yang melakukan pengaturan. Pemegang saham fokus mengembangkan perusahaan, memastikan profitabilitas untuk semua shareholder, dan membangun organisasi yang lebih baik. Itu simpel," kata dia.


(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik