BSD City (BSDE) Raih Marketing Sales Rp10,04 Triliun Sepanjang 2025

BSD City (BSDE) Raih Marketing Sales Rp10,04 Triliun Sepanjang 2025

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:10
share

IDXChannel - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pengembang kota mandiri dengan proyek unggulan BSD City, mencatatkan kinerja prapenjualan (marketing sales) yang solid sepanjang tahun 2025. Perusahaan bagian dari Sinarmas Land itu membukukan marketing sales sebesar Rp10,04 triliun, sedikit di atas target yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun.

"Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun, sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam," kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya melalui keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Secara komposisi, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar prapenjualan BSDE dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau setara 42 persen dari total prapenjualan 2025. Capaian ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik.

Sementara itu, segmen komersial, yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen, memberikan kontribusi sebesar Rp3,73 triliun atau setara dengan 37 persen dari total prapenjualan 2025. Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga menjadi kontributor signifikan dengan nilai mencapai Rp2,13 triliun atau setara 21 persen dari total prapenjualan 2025.

Secara geografis, proyek-proyek yang berlokasi di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69 persen dari total prapenjualan 2025. Capaian ini didukung oleh berbagai proyek unggulan, antara lain Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, serta klaster terbaru Vireya yang diluncurkan di BSD City.

Kontribusi signifikan juga berasal dari kawasan pengembangan lainnya, seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, yang mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan BSDE.

Hermawan menambahkan bahwa BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti ke depan. Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga, serta keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.

“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” kata Hermawan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik