Bursa Asia Lesu Jelang Akhir Pekan

Bursa Asia Lesu Jelang Akhir Pekan

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 30 Januari 2026 - 10:24
share

IDXChannel - Bursa saham Asia cenderung terkoreksi pada Jumat (30/1/2026) di tengah pelemahan Wall Street semalam.

Investor mencermati kabar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintah (government shutdown) yang baru.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menentukan sosok yang akan dicalonkan sebagai pimpinan Federal Reserve (The Fed).

Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang bergerak naik-turun antara zona hijau dan merah, dan terakhir melemah 0,2 persen. Pelemahan ini memperpanjang penurunan sehari sebelumnya, meski indeks tersebut masih menuju kinerja bulanan terbaik dalam lebih dari tiga tahun.

Nikkei Jepang merosot 0,35 persen, Topix turun 0,25 persen, Shanghai Composite minus 1,35 persen, hingga Hang Seng Hong Kong berkurang 1,56 persen.

Kontrak berjangka S&P 500 e-mini turun 0,4 persen dan Nasdaq e-mini melemah 0,5 persen. Di sisi lain, harga logam mulia bergerak tidak menentu setelah sempat mengalami flash crash.

“Kemajuan dalam upaya mencegah penutupan pemerintah akan memperkuat imbal hasil obligasi AS dan dolar, sementara meningkatnya risiko shutdown akan membuat pasar lebih digerakkan oleh sentimen berita, di tengah potensi penundaan rilis data,” ujar Kepala Strategi Desk Suku Bunga dan Valuta Asing di Mizuho Tokyo, Shoki Omori, dikutip Reuters.

Pada Kamis, indeks saham di Wall Street melemah setelah laporan kinerja Microsoft yang kurang meyakinkan memicu kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan perusahaan tersebut.

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,1 persen, sementara Nasdaq Composite merosot 0,7 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, menguat 0,3 persen ke level 96,441 setelah Trump menyatakan akan mengumumkan calon pengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Jumat.

Di situs pasar prediksi Polymarket, probabilitas tersirat bahwa Trump akan mencalonkan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh melonjak hingga 88 persen. (Aldo Fernando)

Topik Menarik