Menteri Trenggono Teken LoI dengan WEF, Jadikan Laut Prioritas Strategis Ekonomi
IDXChannel - World Economic Forum (WEF) mendukung penuh pelaksanaan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 di Bali. Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen Letter of Intent (LoI).
LoI itu diteken saat WEF 2026 di Davos, Swiss, oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan dua Direktur Utama WEF, Sebastian Buckup dan Maroun Kairouz.
Penandatanganan LoI yang berlangsung di Congress Center WEF itu turut disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri bertindak sebagai bagian dari penyelenggara OIS 2026.
"Kesepakatan ini bertujuan memperkuat aksi, kemitraan, dan investasi berkelanjutan. Serta menyelaraskan peran berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung agenda ekonomi biru dan kepemimpinan Indonesia di tingkat global," kata Menteri Trenggono dikutip Minggu (25/1/2026).
Dalam dokumen LoI tersebut, kerja sama KKP dan WEF mencakup empat poin utama.
Nataru 2025/2026 Aman, Mentan Pastikan Stok Beras 3,53 Juta Ton dan Harga Pangan Terkendali
"Pertama, memposisikan laut sebagai prioritas strategis ekonomi, lingkungan, dan geopolitik, sekaligus menyoroti perannya sebagai infrastruktur dasar bagi pertumbuhan global, stabilitas iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial," katanya.
Kemudian kedua, mendukung adanya dialog dan kolaborasi tingkat sistem melalui arsitektur OIS 2026. Ketiga, mengkatalisasi aksi, kemitraan, dan investasi dengan mendukung identifikasi, diskusi, serta pengumuman inisiatif kolaboratif, platform, dan jalur investasi yang dapat meluas melampaui OIS 2026.
Keempat, memperkuat keselarasan dan koherensi di antara para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, industri, organisasi internasional, inovator, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil, untuk mendukung prioritas ekonomi biru Indonesia.
(Nur Ichsan Yuniarto)










