Siapa Pemilik Saham LPKR? Developer Lippo Karawaci, Ini Proyek dan Segmen Bisnisnya
IDXChannel—Siapa pemilik saham LPKR? Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ditutup di harga Rp128 per saham pada Kamis (22/1/2026), naik 30,61 persen dari pembukaan. Saham ini masuk dalam deretan top gainers dan top value harian.
Nilai transaksi LPKR hari ini mencapai Rp661 miliaran, dengan 55 jutaan saham diperdagangkan. Dalam satu bulan terakhir, saham LPKR mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 53,57 persen.
PT Lippo Karawaci Tbk adalah emiten properti dan real estate yang tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia. Bagian dari Lippo Group, LPKR memiliki lini bisnis di bidang real estate, layanan kesehatan, dan pusat perbelanjaan.
Melansir laman resmi perseroan (22/1/2026), perjalanan bisnis LPKR dimulai sejak 1990 di mana Lippo mengembangkan Karawaci sebagai salah satu kota satelit modern pertama di Indonesia.
Pada periode 1990-an, perseroan juga mengembangkan jaringan rumah sakit swasta yang kini menjadi Siloam Hospitals Group, mengambil alih pengelolaan Hotel Aryaduta, dan mengembangkan pusat perbelanjaan.
Pada tahun 2000-an, LPKR melakukan ekspansi dengan mengembangkan puluhan mal dan membuka hotel di kawasan-kawasan strategis. Setidaknya ada 25 mal dan lima hotel diluncurkan pada era ini.
Operasional perseroan telah menjangkau Jabodetabek, dan kota-kota lain di tier 1 dan tier 2 di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Lalu pada periode 2010-an, perseroan mulai mengembangkan ekosistem kota terpadu.
Kawasan terpadu ini menggabungkan hunian, pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, dan pendidikan dalam satu superblok multifungsi. Pada periode ini, LPKR juga meluncurkan 30 rumah sakit Siloam dan mengakuisisi puluhan mal.
Ada tiga lini bisnis utama perseroan. Yakni hunian, layanan kesehatan, dan gaya hidup. Pada segmen hunian, LPKR mengembangkan komplek perumahan, kawasan kota mandiri, superblok (kawasan terpadu), kawasan industri, dan taman pemakaman modern.
Kawasan industri unggulan perseroan berada di Cikarang dan Karawang. Pada lini layanan kesehatan, perseroan memiliki klinik dan jaringan rumah sakit Siloam. Ada 41 rumah sakit dan 75 klinik yang kini berada dalam naungan LPKR.
Diberi Amanah Baru sebagai Komut Pelni, WSBP Umumkan Pengunduran Diri Komut Demi Jaga GCG yang Baik
Lalu pada segmen gaya hidup, perseroan kini mengelola 69 mal yang tersebar di 36 kota di Indonesia, dari puluhan mal ini perseroan mengelola 2,5 juta meter persegi net leasable area (NLA). LPKR juga mengelola jaringan Hotel Aryaduta dan lapangan golf.
Siapa Pemilik Saham LPKR?
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir 2025 pengendali saham LPKR adalah PT Inti Anugerah Pratama dengan kepemilikan sebanyak 18,16 miliar.
Kepemilikan itu setara dengan 25,62 persen dari total saham terdaftar. Berikut ini adalah daftar pemegang saham mayoritas di LPKR hingga akhir 2025:
- PT Inti Anugerah Pratama 18,16 miliar saham/25,62 persen (pengendali)
- Sierra Inc. 11,25 miliar saham/15,88 persen
- PT Primantara Utama Sejahtera 7,37 miliar saham/10,4 persen
- DBS Bank Ltd SG-PB 3,66 miliar saham/5,17 persen
- Masyarakat 30,35 miliar saham/42,82 persen
Sedangkan penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham LPKR, atau pemilik perusahaan, adalah James Riady.
LPKR mencatatkan sahamnya secara perdana di bursa pada 1996 dengan melepas 30,80 juta saham di harga penawaran Rp3.250 per saham. Dari IPO ini perseroan mengantongi dana sebanyak Rp100,10 miliar.
Dalam satu tahun terakhir, saham LPKR mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 37,23 persenan.
Itulah informasi singkat tentang siapa pemilik saham LPKR.
(Nadya Kurnia)










