Saham Emiten Emas ANTM-HRTA Cs Dilanda Aksi Ambil Untung
IDXChannel – Saham emiten tambang emas melemah pada Kamis (22/1/2026), terimbas aksi ambil untung seiring harga logam mulia acuannya terkoreksi dari level tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.07 WIB, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) merosot 5,51 persen ke Rp5.500 per unit, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) ambles 5,49 persen menjadi Rp2.410 per unit, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) tergerus 3,69 persen ke Rp1.955 per unit.
Tekanan jual juga terjadi di saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang minus 2,31 persen. Kemudian, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berkurang 2,34 persen, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 1,19 persen, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 0,30 persen.
Harga emas dunia turun sekitar 1 persen ke kisaran USD4.780 per troy ons pada Kamis pagi, melemah dari rekor tertinggi yang tercapai pada hari sebelumnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa terkait isu Greenland.
Berapa Bonus yang Dikeluarkan Pemerintah Untuk Atlet Indonesia Usai Finis ke 2 di SEA Games 2025?
Trump mengatakan kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa mengenai pulau Arktik tersebut semakin dekat dan menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer.
Pernyataan ini meredakan kekhawatiran akan potensi aksi militer AS serta menurunkan risiko geopolitik.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi setelah para legislator Eropa menunda persetujuan perjanjian dagang Uni Eropa-AS yang dicapai pada Juli lalu.
Di saat yang sama, aksi jual tajam pada obligasi pemerintah Jepang, dipicu janji pemotongan pajak terkait agenda pemilu, memunculkan kekhawatiran fiskal dan menopang sebagian permintaan aset lindung nilai.
Sementara itu, pelaku pasar menanti rilis laporan inflasi PCE AS yang sempat tertunda dan dijadwalkan terbit hari ini, yang diperkirakan memberi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










