Gubernur BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Salah Satunya Pencalonan Deputi Gubernur
IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi hampir menyentuh Rp17 ribu per USD disebabkan oleh faktor global dan domestik.
Dari sisi faktor global, kata Perry, pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh karena kondisi geopolitik hingga kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selain itu, juga terjadi fenomena aliran modal keluar dari beberapa negara berkembang ke sejumlah negara maju.
"Seperti tadi kami sampaikan pada tahun 2026 ini terjadi net outflow USD1,6 miliar, data hingga 19 Januari 2026," katanya dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (21/1/2026).
Sementara dari sisi faktor domestik, Perry mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menjadi korban peralihan modal-modal asing dari negara berkembang ke negara maju.
Selain itu, masih dari faktor domestik, persepsi pasar terhadap kondisi fiskal serta pencalonan Deputi Gubernur BI yang baru juga menjadi salah satu penyebab.
Meski demikian, Perry menegaskan, BI tidak akan ragu melakukan intervensi secara agresif di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bahkan, bank sentral memastikan cadangan devisa negara masih cukup.
"Kami tegaskan, Bank Indonesia tidak segan-segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik melalui instrumen non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic NDF (DNDF), maupun di pasar spot domestik," kata Perry.
Menurut Perry, langkah-langkah stabilisasi tersebut dilakukan untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali dan mengarahkan nilai tukar agar kembali menguat, sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid.
Perry menambahkan, kecukupan cadangan devisa menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat kemampuan BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Cadangan devisa tersebut dikumpulkan pada saat arus modal masuk dan digunakan ketika tekanan terjadi di pasar keuangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Perry optimistis stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap terjaga ke depan. "Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat," ujarnya.
(Dhera Arizona)










