Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Senilai Rp900 Juta
IDXChannel - PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina UMK Academy menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp900 Juta. Teknologi tepat guna sebagai pendukung produksi ini dialokasikan untuk 100 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Para penerima manfaat terdiri dari 25 Champion dan 75 Nominator program UMK Academy. Hal ini menjadi dukungan Pertamina dalam mendorong UMK naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kemandirian usaha secara berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, menuturkan Pertamina UMK Academy merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional.
Program tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah poin 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.
"Melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron dalam keterangan pers Selasa (20/1/2025).
Dari total nilai hibah tersebut, sebanyak Rp555 juta telah direalisasikan, sementara sisanya akan disalurkan dan dituntaskan pada bulan Januari ini.
Hibah alat produksi diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha guna mendukung peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pengembangan bisnis yang lebih terstruktur.
Selain bantuan alat, peserta juga mendapatkan pembekalan ilmu bisnis dan pendampingan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ekosistem UMKM nasional.
Muhamad Baron menegaskan Pertamina berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM binaan.
“Kami berharap sinergi yang terbangun melalui Pertamina UMK Academy dapat terus berlanjut, sehingga UMKM Indonesia semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat yakni Melani Septina, pemilik usaha kerajinan sepatu bermerek NOBF asal Mojokerto. Melani menerima hibah berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge, yang membantu mengatasi keterbatasan produksi, khususnya dalam pengembangan sampel produk yang sebelumnya terkendala ketersediaan alat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pertamina atas dukungan dan pendampingan yang sangat berarti bagi perjalanan usaha kami. Dengan dukungan alat produksi dan pembekalan bisnis, kami kini dapat mengembangkan produk dengan lebih optimal, memiliki workshop dan mini store, serta membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto agar dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem usaha yang inklusif,” kata Melani.
Selain bantuan alat dan pendampingan, kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi Pertamina turut membuka akses pasar yang lebih luas serta memperkuat branding UMKM lokal.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
(kunthi fahmar sandy)










