Goldman Sachs: Kinerja Saham Global Ungguli Obligasi dan Komoditas di 2025
IDXChannel - Goldman Sachs mencatat pasar saham global membukukan kinerja paling kuat sepanjang 2025, melampaui obligasi dan komoditas.
Dalam perbandingan berbasis indexed USD total returns, saham global, yang direpresentasikan oleh indeks MSCI AC World, mengungguli komoditas yang diukur melalui S&P GSCI®, serta obligasi yang direpresentasikan oleh US Treasury tenor 10 tahun.
Meski sempat mengalami koreksi tajam pada awal tahun, penguatan pasar saham dinilai tetap solid dan semakin meluas ke berbagai kawasan.
Dalam laporan Global Equity Strategy, 2026 Outlook: Tech Tonic yang terbit pada 18 Desember 2025, Goldman Sachs menyebut saham global secara konsisten mengungguli kelas aset lain.
Kinerja tersebut terjadi di tengah volatilitas pasar, termasuk koreksi hampir 20 persen pada indeks S&P 500 dan penurunan sekitar 25 persen pada Nasdaq pada periode Februari hingga April, yang dipicu kekhawatiran tarif Donald Trump serta tekanan ke sektor teknologi Amerika Serikat (AS).
Sejak mencapai titik terendah pada April, pasar saham pulih tajam. Indeks utama Wall Street melonjak hampir 45 persen dari level terendah, didorong data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, meredanya kekhawatiran tarif, serta lonjakan laba perusahaan, khususnya di sektor teknologi berkapitalisasi besar.
Saham-saham siklikal pun tampil mengungguli saham defensif seiring membaiknya prospek pertumbuhan.
Goldman Sachs menilai penguatan pasar saham tidak hanya terpusat di Negeri Paman Sam. Sepanjang 2025, sebagian besar pasar saham global justru membukukan kinerja lebih baik dibanding AS.
Secara dolar AS, pasar Eropa, China, dan Asia mencatat imbal hasil hampir dua kali lipat dibandingkan Wall Street, menandai manfaat nyata dari diversifikasi geografis.
Sejumlah pasar mencatat lonjakan signifikan, seperti Italia, Spanyol, dan Korea Selatan, sementara pasar negara berkembang mulai menunjukkan penguatan berkelanjutan.
Goldman Sachs menilai tren ini didukung pertumbuhan laba yang lebih kuat serta dukungan kebijakan moneter global, termasuk penurunan suku bunga AS dan pelemahan dolar.
IHSG Sore Ini Ditutup Perkasa ke 8.548
Dengan kinerja saham yang jauh melampaui obligasi dan komoditas, Goldman Sachs menilai pasar saat ini berada dalam fase ‘optimisme’ dalam siklus ekuitas.
Pada fase ini, kenaikan harga saham tidak hanya ditopang pertumbuhan laba, tetapi juga peningkatan valuasi seiring meningkatnya kepercayaan investor.
Goldman Sachs memperkirakan fase ini masih akan berlanjut hingga 2026, seiring meluasnya penguatan pasar saham global. (Aldo Fernando)









