Dorong Film Anak Berkualitas, LAI Kini Hadir di JAFF 2023
IDXChannel - Layar Anak Indonesiana (LAI) hadir di Jogja NETPAC-Asian Film Festival (JAFF) 2023. Hal ini untuk mendorong film-film anak berkualitas.
LAI sendiri merupakan program produksi film pendek fiksi dan dokumenter untuk anak yang diselenggarakan Balai Media Kebudayaan melalui Indonesiana.TV.
"Balai Media Kebudayaan berkomitmen untuk mengawal program-program unggulan, salah satunya Layar Anak Indonesiana ini," kata Kepala Balai Media Kebudayaan, Kemendikbudristek Retno Raswaty lewat keterangan tertulisnya, Selasa (28/11/2023).
"Para sineas boleh bersiap-siap karena open call Layar Anak Indonesiana akan ada lagi tahun depan," lanjutnya.
Dia menambahkan, LAI mencoba mengisi kelangkaan produksi film untuk anak sekaligus mengangkat keragaman cerita dan talenta dari berbagai kota di Indonesia. Setiap film membawa keunikan dan ragam seni budaya yang menghidupinya.
Tujuannya, kata dia, untuk memperkenalkan obyek pemajuan kebudayaan dan menanamkan pendidikan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal pada anak.
Lebih lan jut Retno mengatakan, kehadiran Layar Anak Indonesiana di JAFF 2023 diawali dengan proses seleksi 20 proposal film yang dianggap memiliki keunikan dan daya tarik bagi anak. Selama pembuatan filmnya, para sineas didampingi oleh tim mentor.
Mereka adalah Chandra Endroputro, Rina Damayanti, Agus Makkie, Tonny Trimarsanto, Lianto Luseno, Yulia Evina Bhara, dan Agung Sentausa.
Dari 20 film yang dihasilkan program LAI, 10 film kategori fiksi diajukan kepada JAFF ke-18 untuk dikurasi. Hasilnya, lima film dinyatakan lolosofficial selectionJAFF ke-18 yang dihelat di Cinema XXI, The Premiere, Yogyakarta.
Lima film tersebut, yaitu Perahu Kertas Hao You yang disutradarai Riqhi Alvin Sani (Pontianak). Selanjutnya Mlethek yang disutradarai Wahyu Agung Prasetyo (Yogyakarta).
Kemudian ada Serdadu Apel Emasyang disutradarai Lingga G. Permadie (Malang), Ndogmu dan Ndogku yang disutradarai Kelik S. Nugroho (Yogyakarta), serta Ijo dan Emasyang disutradarai Daud Nugraha (Bandung).
Sementara itu, Koordinator Program Layar Anak Indonesiana Rina Damayanti mengatakan, kelima film tersebut memiliki ragam gaya cerita yang unik.
Energi Mega Persada (ENRG) Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I, Bidik Dana Rp4 Triliun
"Keragaman ide cerita dan gaya eksekusi produksi ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi tim penyeleksi" kata Rina.
Film-film LAI yang terpilih dalam Program Official Selection JAFF menandakan adanya pencapaian dalam hal kualitas dan diharapkan nantinya juga bisa diputar dalam berbagai festival lain baik nasional maupun internasional.
Dia berharap, program Layar Anak Indonesiana dapat menjadi batu pijakan yang merangsang kemunculan film-film anak Indonesia dengan cerita dan kualitas penggarapan yang semaikin baik.
"Hadirnya film anak semakin melengkapi deretan layarlebar yang disajikan JAFF hingga turut menjadi ajang apresiasi dan literasi film bagi siswa siswi kota Yogyakarta," tutupnya.
(NIY)









