Militer AS Susun Rencana Serangan Intensif 3 Hari terhadap Iran, Ini Targetnya
Militer Amerika Serikat (AS) telah menyusun rencana serangan intensif selama tiga hari terhadap Iran. Menurut laporan The New York Times, target serangan tersebut adalah kemampuan rudal dan drone, fasilitas energi, serta markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Rencana Pentagon tersebut belum mendapat persetujuan, sementara cakupan pasti dan waktu pelaksanaan operasi apa pun masih belum jelas.
Baca Juga: Viral! Trump Bilang Biarkan Iran Lenyapkan Los Angeles dan San Diego, Ini Respons Gedung Putih
Laporan itu menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menolak lima usulan operasi besar terhadap Iran atau pun kelompok Houthi dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah penasihatnya mempertanyakan apakah serangan tambahan akan secara signifikan mengubah sikap Teheran.
Sementara itu, pihak lain berpendapat bahwa kampanye serangan singkat dan intensif dapat semakin menekan perekonomian Iran yang telah melemah.Meski demikian, Pentagon terus melakukan persiapan untuk kemungkinan operasi tempur besar-besaran. Laporan lain dari Axios menyebutkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah diperintahkan untuk mempersiapkan kemungkinan operasi, dengan fasilitas energi, infrastruktur, dan lokasi terkait nuklir Iran termasuk di antara target potensial.Perencanaan militer Amerika tersebut berlangsung ketika upaya diplomatik masih berjalan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah menerima tanggapan Washington atas proposal Iran yang diajukan untuk jangka waktu tujuh hari dan kini sedang meninjaunya. Proposal tersebut antara lain bertujuan menciptakan kondisi yang memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur perairan tersebut masih menjadi salah satu titik utama konflik. Iran menyatakan tidak akan membuka kembali selat itu sampai persyaratan yang ditetapkannya dipenuhi. Sementara itu, AS menginginkan perubahan pada program nuklir Iran serta pengaturan lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Sementara itu, Presiden Trump pada Kamis mengatakan bahwa AS sedang melakukan pembicaraan produktif dengan Iran dan tidak akan melancarkan serangan terhadap negara tersebut sebelum pemilu sela Kongres Amerika pada November.
“Kami sedang melakukan pembicaraan produktif dengan Republik Islam Iran,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social.
Dia mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlaku dan minyak tetap mengalir melalui Selat Hormuz.“Kami tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilu sela yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada 3 November,” kata Trump.
Seperti diketahui, AS dan Israel mulai melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Perang tersebut, dengan biaya mencapai USD3 miliar per bulan, kini menjadi salah satu isu utama dalam kampanye pemilu di AS.
Trump berulang kali mengatakan bahwa dia memperkirakan harga minyak akan turun tajam setelah pemilu. Namun, tingginya harga bensin dan perang Iran memberikan tekanan besar terhadap para kandidat Partai Republik serta mengancam posisi mayoritas partai tersebut di Kongres.
Iran dan AS telah saling bertukar proposal dalam beberapa pekan terakhir yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi global yang sangat vital. Trump menolak tawaran terbaru dari Teheran.









