Perang Yaman Meluas! Houthi Serang Bandara Aden dan Riyadh

Perang Yaman Meluas! Houthi Serang Bandara Aden dan Riyadh

Global | sindonews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:15
share

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menuduh kelompok Houthi menembakkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke bandara internasional utama yang berada di bawah kendalinya. Sementara Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal lain di sebelah utara ibu kotanya, Riyadh.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Kementerian Transportasi menyebutkan bahwa Houthi menargetkan landasan pacu dan terminal penumpang di bandara tersebut dengan setidaknya dua rudal balistik dan beberapa pesawat nirawak.

"Salah satu rudal jatuh di dekat landasan pacu beberapa menit sebelum penerbangan Yaman dari Kairo dijadwalkan mendarat," demikian pernyataan tersebut. "Kami membatalkan pendaratan penerbangan yang datang dari Kairo [di Mesir] dan mengalihkan rutenya ke Jeddah [di Arab Saudi] demi keselamatan penumpang."

Kementerian tersebut juga menyatakan telah mengevakuasi terminal bandara dan memindahkan dua pesawat dari landasan parkir (tarmac) selama serangan berlangsung.

Pihaknya menambahkan, "Insiden ini bisa saja dengan mudah mengubah penerbangan sipil menjadi bencana kemanusiaan yang mengerikan, yang merenggut nyawa puluhan orang tak berdosa dalam sekejap." Bandara Aden merupakan pintu gerbang internasional utama bagi wilayah Yaman yang berada di luar kendali Houthi; kota ini telah menjadi pusat pemerintahan sejak ibu kota Sanaa direbut oleh kelompok yang didukung Iran tersebut pada tahun 2014.

Dalam sebuah pernyataan, pihak Houthi mengatakan bahwa mereka menargetkan "pasokan militer Saudi" yang tiba di kamp Badr, dekat bandara, menggunakan rudal balistik. Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman.

Secara terpisah, koalisi militer pimpinan Saudi yang bertempur di Yaman menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi di sebelah utara Riyadh.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, mengatakan pihaknya sedang melacak peluncur yang digunakan dalam serangan tersebut melalui sistem intelijen di atas Sanaa dan berjanji akan menghancurkannya.

Melalui pernyataan pada hari Selasa dan sepanjang malam hingga Rabu, pihak Houthi mengatakan bahwa mereka telah menargetkan bandara internasional Saudi di Riyadh dan Abha.Eskalasi pertempuran di Yaman ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional yang dipicu oleh konflik AS-Israel melawan Iran. Pasukan pemerintah yang didukung Saudi melancarkan serangan balasan terhadap Houthi untuk merebut kembali pelabuhan Mocha di Laut Merah serta wilayah di sekitar Selat Bab al-Mandeb.

Pertempuran terkonsentrasi di provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman.

Al Jazeera yang melaporkan dari Sanaa, menggambarkan adanya "pertempuran habis-habisan untuk menguasai wilayah daratan, dataran tinggi, dan pegunungan di sebelah timur Bab al-Mandeb". Ini adalah pertempuran untuk menguasai bagian barat Taiz yang strategis; pihak mana pun yang menguasai wilayah sekitarnya akan memiliki posisi yang mendominasi kawasan tersebut serta kendali militer yang kuat.

Pada hari Senin, Pakistan dan Turki sepakat untuk mengaktifkan "langkah-langkah pencegahan" berdasarkan pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi, serta mengerahkan pasukan dengan cepat ke kerajaan di kawasan Teluk tersebut untuk menangkal serangan Houthi.

Topik Menarik