Para Politisi Murka Trump Bilang Biarkan Iran Lenyapkan San Diego dan Los Angeles
Anggota Partai Republik turut bergabung dengan Partai Demokrat dalam mempertanyakan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kota Los Angeles dan San Diego di California. Gelombang kecaman muncul pada hari Selasa (6/10/2026), sehari setelah Trump berpidato dalam kampanye pemilu paruh waktu.
Saat itu dalam pidatonya di Nebraska, Trump mengatakan rakyat Amerika harus bersedia berkorban demi meraih kemenangan dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Pengorbanan tersebut, menurut isyaratnya, bisa mencakup kehancuran kota-kota di Amerika jika terjadi serangan dari Iran.
"Itu adalah harga yang kecil untuk menjaga dunia tetap aman, menjaga negara kita tetap aman," ujar Trump, yang tampaknya merujuk pada dampak lanjutan dari perang tersebut, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan pupuk.
"Mereka bisa melenyapkan satu kota. Biarkan mereka melenyapkan Los Angeles. Biarkan mereka melenyapkan San Diego. Ini adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar, dan semuanya akan segera berakhir," ungkap Trump.
Trump cenderung meremehkan dampak perang—yang kini telah memasuki bulan kedelapan—meskipun jajak pendapat menunjukkan konflik tersebut sangat tidak populer di AS. Ia juga berulang kali menjanjikan perang akan segera berakhir, namun hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata yang permanen.
Reaksi keras terhadap pernyataannya di Nebraska muncul dengan cepat. Gavin Newsom, seorang kritikus vokal Trump yang juga Gubernur California dari Partai Demokrat, menyebut sang presiden "tidak waras".
"Ini bukan sekadar kegilaan. Ini berbahaya," kata Newsom dalam video di platform media sosial X, di mana ia mendesak Kongres untuk mengendalikan perilaku Trump.
Newsom, yang digadang-gadang sebagai calon potensial dalam pemilihan presiden tahun 2028, telah berulang kali berselisih dengan Trump.
Tahun lalu, keduanya terlibat konflik terkait keputusan Trump untuk mengerahkan pasukan federal ke California sebagai bagian dari upaya mendukung penindakan terhadap imigrasi ilegal di wilayah Los Angeles.
Pada bulan Desember, seorang hakim federal memutuskan pengerahan pasukan tersebut ilegal dan memerintahkan penghentiannya. Newsom, yang menentang pengerahan pasukan itu, menyinggung konflik tersebut dalam komentarnya mengenai rapat umum Trump di Nebraska.
"Presiden Amerika Serikat—orang yang sama yang mengerahkan Garda Nasional ke Los Angeles, yang mengirim 700 personel Marinir aktif ke kota terbesar kedua di Amerika Serikat—baru saja mengundang Iran untuk menghancurkan Los Angeles dan San Diego," ujar Newsom.
Ia menambahkan pernyataan Trump seharusnya meyakinkan mereka yang "menganggap pemilihan bulan November tidak penting" untuk memberikan suara dalam pemilihan paruh waktu mendatang.
Beberapa anggota dari partai Trump sendiri juga menyatakan keterkejutan mereka atas pernyataan tersebut.
Jim Desmond, seorang politisi Partai Republik yang sedang bersaing ketat untuk kursi DPR di wilayah dekat San Diego, termasuk di antara mereka yang menjauhkan diri dari pernyataan Trump.
"Saya sangat tidak setuju dengan komentar Presiden Trump. Amerika harus bersikap tegas terhadap Iran dan membela kepentingan kita, namun tanggung jawab utama Panglima Tertinggi kita adalah melindungi rakyat Amerika dan tanah air kita," tulis Desmond di X.Dia menjelaskan, "Tidak ada kota di Amerika yang boleh dikorbankan, dan tidak ada keluarga Amerika yang pantas diperlakukan sebagai korban tambahan (collateral damage)."
Anggota DPR AS Kevin Kiley, seorang independen yang bergabung dalam kaukus Partai Republik dan sedang mencalonkan diri kembali di California utara, juga menyebut komentar Trump "tidak membantu".
Namun, Gedung Putih menepis kritik terhadap pernyataan tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari "kepanikan media" yang "tidak berdasar pada kenyataan".
"Dia jelas menyatakan kota-kota AS akan terancam jika Iran yang memiliki senjata nuklir tidak dihentikan," tulis Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, di media sosial.
"Amerika lebih aman berkat Presiden. Iran tidak memiliki senjata nuklir, angkatan laut, angkatan udara, maupun uang."California memiliki populasi dan ekonomi terbesar dibandingkan negara bagian mana pun di AS. Karena jumlah penduduknya, negara bagian ini juga memiliki kursi terbanyak di DPR, yakni 52 kursi.
Seluruh 435 kursi di DPR akan diperebutkan dalam pemilihan paruh waktu bulan November, bersama dengan sepertiga kursi Senat.
Pemilihan untuk jabatan penting di tingkat negara bagian dan daerah juga akan dilaksanakan pada saat yang sama.
Dengan nasib kendali Partai Republik atas Kongres yang dipertaruhkan, hasil pemilihan paruh waktu diperkirakan akan sangat memengaruhi dua tahun terakhir masa jabatan kedua Trump.
Baca juga: Free Palestine Cetak Sejarah: Zach Bryan Pecahkan Rekor Jumlah Penonton di Gillette, Ed Sheeran Kalah



