Tertekan Sanksi AS, Rusia Siap Transfer Pinjaman Rp18 Triliun pada Iran

Tertekan Sanksi AS, Rusia Siap Transfer Pinjaman Rp18 Triliun pada Iran

Global | sindonews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:28
share

Rusia telah merampungkan persiapan untuk memberikan pinjaman sebesar USD1 miliar (Rp18 triliun) kepada Iran. Dana tersebut siap ditransfer segera setelah Teheran memberikan rincian rekening bank, demikian dilaporkan media Iran pada hari Selasa (6/10/2026).

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, menyatakan proses pembayaran telah rampung, namun perbedaan pendapat di antara berbagai lembaga pemerintah Iran mengenai peruntukan dana tersebut telah menunda transfernya.

Menurut Fars, rencana pinjaman ini pertama kali dilaporkan pada bulan Juni dan disebut sebagai tahap awal dari rencana pinjaman Rusia senilai USD20 miliar untuk Iran.

Media tersebut melaporkan Organisasi Perencanaan dan Anggaran Iran menginginkan dana itu digunakan untuk impor kendaraan, sementara Kementerian Perminyakan ingin membeli peralatan industri minyak, dan Kementerian Pertanian menghendaki dana tersebut dialokasikan untuk impor barang-barang kebutuhan pokok.

Belum ada keputusan akhir mengenai penggunaan dana tersebut, sehingga pemerintah belum memberikan rincian rekening yang diperlukan untuk transfer, ungkap Fars.Iran dan Rusia telah berupaya mempererat hubungan ekonomi dan keuangan mereka, termasuk melalui langkah-langkah untuk memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral serta mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan yang dikuasai Barat.

Pada bulan Juni, Iran mengumumkan rencana pembentukan bursa perdagangan rubel sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama perbankan dan moneter dengan Rusia.

Saat itu, seorang anggota parlemen Iran menyatakan Moskow diperkirakan akan memberikan pinjaman senilai USD20 miliar dalam denominasi rubel kepada Teheran dengan suku bunga tahunan sebesar 6.

Perkembangan ini terjadi di tengah masih berlakunya sanksi luas dari AS terhadap Iran yang menyasar, antara lain, ekspor minyak, sektor perbankan, dan akses negara tersebut ke sistem keuangan internasional.

Washington telah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran dalam beberapa bulan terakhir, termasuk melalui sanksi sekunder yang menargetkan entitas asing yang dituduh memfasilitasi transaksi Iran.Pada bulan September, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap VTB Bank asal Rusia terkait apa yang disebutnya sebagai hubungan perbankan koresponden dengan lembaga keuangan Iran yang terkena sanksi.

Washington juga menargetkan jaringan keuangan yang dituduh membantu Teheran memindahkan dana dan menghindari sanksi.

Baca juga: Free Palestine Cetak Sejarah: Zach Bryan Pecahkan Rekor Jumlah Penonton di Gillette, Ed Sheeran Kalah

Topik Menarik