Masyarakat Internasional Harus Bersiap Hadapi Krisis Kemanusiaan di Yaman
Seorang mantan diplomat Amerika Serikat menyatakan kelompok Houthi tidak mampu menangani krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Pernyataan itu muncul di tengah berkecamuknya pertempuran di Yaman yang menyebabkan semakin banyak warga sipil mengungsi.
"Kelompok Houthi mulai menahan pekerja bantuan internasional serta warga Yaman yang bekerja untuk lembaga bantuan internasional. Mereka masih ditahan dan tidak dapat menjalankan tugas mereka," ujar Timothy Lenderking, mantan utusan khusus AS untuk Yaman, kepada Al Jazeera.
"Mereka tidak dapat mendistribusikan makanan. Mereka tidak dapat memantau program-program bantuan. Mereka tidak dapat memberikan vaksinasi penting bagi anak-anak," tambahnya.
Situasi yang dihadapi rakyat Yaman diperparah oleh "tren global untuk memangkas bantuan luar negeri—serta menutup pintu bagi pengungsi," catat Lenderking.
Dia memperingatkan, “Saat pertempuran yang sedang berlangsung ini jeda, pemerintah Yaman harus hadir dengan langkah tegas dan rencana strategis untuk membantu rakyat Yaman, [karena] sayangnya akan ada kehancuran dan korban jiwa di kalangan sipil, selain juga besarnya jumlah pengungsi.”
"Masyarakat internasional perlu turut serta merespons tantangan ini," ujar dia.
Baca juga: Netanyahu Ancam Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza, Israel Makin Terpecah


