Trump Akui Tarik Seluruh Bomber B-1 AS dari Pangkalan Inggris karena Ada Ancaman Iran
Presiden Donald Trump mengakui bahwa Amerika Serikat (AS) telah menarik seluruh pesawat pengebom (bomber) B-1 dari Royal Air Force (RAF) Fairford, sebuah pangkalan udara Inggris. Menurutnya, alasan penarikan pesawat-pesawat tersebut adalah karena adanya ancaman yang terkait dengan Iran.
Washington sebelumnya mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat pengebom tersebut telah meninggalkan pangkalan yang digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran tersebut. Namun, pemerintah Inggris bersikeras bahwa lokasi tersebut aman.
Baca Juga: AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom B-1 dari Pangkalan Inggris, Takut Diserang Iran?
"Ada sejumlah ancaman," ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Senin waktu Wasihngton.
"Dan daripada memancing musuh—kita akan menangkap dan mengalahkan musuh, tetapi mengapa kita harus membiarkan mereka berada di sana? Jadi, kami memindahkan mereka sedikit, tidak terlalu jauh," lanjut Trump, yang dilansir AFP, Selasa (6/10/2026).Spekulasi telah berkembang seputar insiden ini sejak polisi dipanggil ke pangkalan tersebut di Inggris barat daya pada 27 September. Pasukan polisi dikerahkan setelah seorang petani setempat melaporkan sekelompok pria dengan beberapa mobil van melakukan aktivitas mencurigakan di dekat RAF Fairford.Meskipun ada penyelidikan antiterorisme besar-besaran, lima tersangka yang ditangkap saat itu serta seorang warga negara Inggris-Iran yang ditahan kemudian, semuanya telah dibebaskan dengan jaminan.
Penyidik tidak menemukan bahan peledak di dalam mobil-mobil van tersebut. "Namun sejumlah bensin ditemukan," bunyi pernyataan polisi antiterorisme Inggris.
Trump tidak mau berkomentar mengenai laporan bahwa ancaman tersebut melibatkan drone penyerang, seraya berkata: "Saya tidak bisa mengungkapkannya kepada Anda, namun jika mereka benar-benar melakukannya, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat."
"Kami sebenarnya mengetahui siapa pihak yang melontarkan ancaman tersebut," ujar Trump, yang menambahkan: "Mereka diduga terkait dengan Iran."
Pentagon mengonfirmasi pemindahan kembali seluruh pesawat bomber B-1 tersebut pada hari Minggu."Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford telah kembali ke pangkalan induk mereka di Amerika Serikat," demikian bunyi pernyataan Pentagon.
"Aspek keamanan operasional menghalangi kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan kami secara real-time," lanjut pernyataan Pentagon.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Senin menyatakan, "Keyakinan penuh terhadap keamanan seluruh pangkalan kami."
"Fasilitas-fasilitas Amerika secara teoretis dapat terancam kapan saja, dan itulah sebabnya sistem keamanan yang sangat ketat diterapkan di sekelilingnya," kata Rubio, seraya menambahkan bahwa Washington telah bekerja sama dengan London dalam penyelidikan tersebut dan pihak Inggris sangat kooperatif.
Dua pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa pesawat-pesawat pengebom tersebut dipindahkan setelah para komandan menerima informasi ancaman baru terkait sebuah rencana serangan yang didukung Iran. Salah satu pejabat AS mengatakan informasi baru tersebut merupakan bagian dari peringatan ancaman serupa yang muncul tiga minggu lalu, namun situasi menjadi mendesak dalam 24 jam terakhir.Saat ditanya apakah pangkalan tersebut aman, juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menjawab: "Ya."
"Kami memiliki pendekatan yang telah teruji untuk melindungi pangkalan-pangkalan kami di dalam negeri maupun di seluruh dunia," ujarnya.
Spekulasi mengenai motif di balik insiden ini berkisar dari ancaman teror hingga pencurian bahan bakar, mengingat harga energi di Inggris mencapai rekor tertinggi pekan ini.
Burnham menyatakan, "Terdapat indikasi kuat bahwa Iran terlibat." Namun, Teheran membantah tuduhan tersebut.
Trump sebelumnya sempat mengkritik keras otoritas Inggris karena membebaskan dengan jaminan para pria yang ditangkap—yang semuanya berusia pertengahan 20-an.Kedutaan Besar Iran di London menyatakan pihaknya menolak secara tegas dan mengecam keras spekulasi mengenai keterlibatan Teheran. Menambah unsur misteri, media Inggris melaporkan bahwa petugas mendapat informasi mengenai insiden tersebut dari salah satu tersangka awal, namun pihak kepolisian belum memberikan komentar terkait laporan itu.
Tingkat keamanan di pangkalan tersebut dilaporkan telah ditingkatkan.
Pada bulan Maret, Inggris memberikan izin kepada Washington untuk menggunakan RAF Fairford guna operasi yang menyasar Iran, dan sejak saat itu, pesawat pengebom serta pesawat lainnya milik AS terlihat lepas landas dan mendarat di pangkalan tersebut.
RAF Fairford merupakan satu-satunya pangkalan udara di wilayah daratan utama Inggris yang digunakan untuk perang AS melawan Iran.


