Tentara Israel yang Juga Putra Dubes Zionis Sekarat usai Ditabrak Mobil Pria Palestina

Tentara Israel yang Juga Putra Dubes Zionis Sekarat usai Ditabrak Mobil Pria Palestina

Global | sindonews | Kamis, 24 September 2026 - 09:19
share

Neria Dov ben Chana, tentara militer Israel yang juga putra Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS) Yechiel Leiter, berada dalam kondisi sekarat setelah ditabrak mobil secara brutal di sebelah barat Ramallah, Tepi Barat, pada Rabu.

Pengemudi mobil, yang diketahui merupakan pria Palestina, telah ditembak mati oleh pasukan Israel tak lama setelah insiden tersebut.

Baca Juga: Heboh! TV Prancis Siarkan Simulasi Tel Aviv Israel Jadi Target Simulasi Serangan Nuklir

Tepi Barat merupakan wilayah Palestina yang diduduki Zionis Israel. Polisi Israel mengatakan serangan penabrakan mobil ini terjadi di pos pemeriksaan di persimpangan dekat permukiman ilegal Israel, Beit Horon.

Leiter, dalam sebuah unggahan media sosial, mengonfirmasi kondisi putranya sekarat. "Tim medis kini sedang berjuang menyelamatkan nyawa Neria Dov ben Chana," katanya.

Rumah Sakit Shaare Zedek menyatakan bahwa tentara tersebut telah menjalani operasi yang rumit, dan nyawanya masih dalam bahaya. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi tentara tersebut di rumah sakit sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk menyampaikan pidato yang telah dijadwalkan di Sidang Majelis Umum PBB.

Dalam sebuah unggahan di X, Netanyahu menulis, "Saya baru saja mengunjungi keluarga tercinta Neria Leiter...Saya meminta Anda semua untuk mendoakan kesembuhan Neria Dov ben Chana. Seluruh bangsa bersama kalian."

Dalam unggahan sebelumnya, Netanyahu menulis, "Saya dan istri saya, Sara, bersama seluruh rakyat Israel, sedang berdoa memohon keajaiban."

Putra Leiter yang lain, Moshe Yedidya (39), tewas saat bertugas di Gaza pada November 2023, hanya beberapa minggu setelah dimulainya perang genosida Israel di wilayah kantong tersebut pada 7 Oktober.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi terduga pelaku serangan penabrakan mobil sebagai Mahmoud Mohammad Mahmoud Suleiman (29). Menurut kementerian itu, pihak berwenang Israel menahan jenazah Suleiman.

Wali Kota Beit Ur al-Tahta, Hazem Suleiman—yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Mahmoud Suleiman—sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Kamis (24/9/2026), mengatakan bahwa pasukan Israel menggerebek kota tersebut dan menggeledah rumah keluarga terduga pelaku.

"Kota ini ditutup, dengan semua akses masuk diblokade. Tidak ada aktivitas sosial maupun komersial, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan yang normal," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pihak militer juga menggeledah rumah-rumah lainnya.

Topik Menarik