Menhan Pakistan: Saatnya Tiba Laksanakan Kesepakatan Mekkah setelah Serangan Houthi
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan saatnya telah tiba untuk melaksanakan kesepakatan Mekkah dengan Arab Saudi dan Turki akibat serangan-serangan Houthi baru-baru ini. Pernyataan itu muncul dalam wawancara dengan saluran TV Pakistan, Geo News.
Asif menyatakan Islamabad tetap berkomitmen melindungi Arab Saudi dan situs-situs sucinya, seraya menambahkan perlindungan tersebut merupakan suatu kewajiban bahkan tanpa adanya kesepakatan formal.
Ia mengatakan Pakistan telah menyampaikan pesan Arab Saudi kepada Iran di tengah kekhawatiran mengenai serangan oleh pasukan Houthi terhadap negara tersebut.
"Menurut saya, Iran sebagai satu negara tidak akan membuka front pertempuran baru," ujar Asif, seraya menambahkan mereka sudah terlibat dalam konflik di kawasan tersebut.
Sang menteri menambahkan Pakistan akan terus berupaya mencegah meluasnya konflik.Sementara itu, kita menyaksikan berlanjutnya pertempuran, serangan udara, bentrokan, dan upaya infiltrasi Houthi yang bertujuan menguasai wilayah yang menghadap ke Selat Bab al-Mandeb.
AS Akhirnya Jual 48 Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi meski Khawatir Teknologinya Dicuri China
Pertempuran saat ini terkonsentrasi di tiga area dalam zona geografis yang membentang dari Pegunungan Kahbub hingga pesisir Mocha, Dhubab, dan Pulau Mayyun.
Tujuan pertempuran di wilayah geografis ini adalah keinginan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk merebut kembali dan mengonsolidasi wilayah-wilayah tersebut.
Di Pegunungan Kahbub, mereka berupaya memperkuat kehadiran pemerintah sekaligus memukul mundur—menurut pandangan pemerintah—pasukan Houthi yang berada di antara pesisir Mocha dan Dhubab.
Di sisi lain, kelompok Houthi mengejar tujuan yang berlawanan. Mereka ingin menguasai Pegunungan Kahbub, karena penguasaan atas pegunungan tersebut secara otomatis berarti kendali tembakan langsung terhadap Bab al-Mandeb, serta posisi yang mengawasi Pulau Mayyun dan wilayah laut. Hal ini akan jauh mempermudah mereka untuk mengonsolidasi kendali atas Selat Bab al-Mandeb.
Sejauh ini, kita belum bisa mengatakan Houthi telah menguasai Bab al-Mandeb selama mereka belum mengonsolidasi kendali atas atau memasuki seluruh wilayah tersebut.
Baca juga: Arab Saudi Mungkin Harus Menelan Pil Pahit dan Berunding dengan Iran




