Peringatan HUT ke-81 RI di Swiss Tanpa Pengibaran Bendera

Peringatan HUT ke-81 RI di Swiss Tanpa Pengibaran Bendera

Global | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:31
share

Gerimis jatuh di Hunliwaldweg 9, Muri, Bern, Swiss, Senin (17/8). Kendati demikian, tidak mengurangi semangat 100-an diaspora Indonesia Swiss untuk merayakan Kemerdekaan RI ke 81 di kediamanan I Ngurah Swajaya, Dubes RI untuk Swiss dan Liechtenstein pagi itu.

Hanya saja, ketika gerimis berubah menjadi hujan, upacara bendera yang seharusnya bisa dilaksanakan di halaman belakang Wisma Duta Gumligen, terpaksa dibatalkan. “Kami mencoba menunggu cuaca membaik, namun hingga setengah jam ditunda, malah hujan deras. Jadinya upacara bendera kami laksanakan di beranda belakang, bukan di halaman terbuka,“ kata salah satu staf KBRI Bern.

Beranda belakang, yang terlindung dengan canopi kain berwarna hijau bergaris putih itu, memang melindungi peserta upacara dari basah kuyup. “Kita syukuri datangnya hujan, setelah Swiss berhari hari, minggu dan bulan diterpa gelombang panas,“ ujar I Ngurah Swajaya dalam pidato sambutannya.

Cuma, upacara bendera kali ini, tanpa prosesi pengibaran bendera merah putih. “Kita melaksanakannya indoor kali ini,“ sambung I Ngurah Swajaya.

Kendati demikian, pelaksanaan peringatan HUT RI ke 81 di Wisma Duta Guemligen berlangsung khidmat. Prosesi lainnya, seperti pembacaan teks Proklamasi, Pembukaan UUD 45, hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri tetap bisa dilaksanakan.Sebagaimana perayaan 17 an saban tahunnya, KBRI Bern juga menggelar lomba karaoke hingga makan kerupuk. Makanan Indonesia, dari pisang goreng, risoles, bakso hingga siomay disajikan untuk tetamu yang datang.

Selain berkah datangnya hujan, Ngurah Swajaya juga mensyukuri 75 tahun hubungan kerja sama Indonesia dan Swiss. “Di Bern, November 75 tahun lalu, Indonesia membuka kedutaannya di negara ini,“ tegas Ngurah Swajaya.

Dalam kesempatan itu pula, KBRI Bern memberikan penghargaan terhadap tokoh atau lembaga yang dinilai memberikan nilai lebih, khususnya di bidang ekonomi di Heidiland.

Edel Coffee yang dirintis Siska Studer ditasbihkan sebagai promotor kopi di negara ini. Diikuti perintis kuliner Indonesia Rumarasa yang dikelola Marissa Bosshard, Orkestra Angklung Pada Suka (promosi budaya), serta lapak Eiger Adventure di Interlaken (promosi ekspor).

KBRI Bern juga akan menggelar acara khusus peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia Swiss akhir Agustus ini. Antara lain pagelaran wayang kulit berbahasa Jerman dengan dalang Ki Sigit Susanto, serta penyanyi tanah air Katon Bagaskara dan Reza Arthamevia.

Baca juga: Survei Warga AS, Tingkat Dukungan terhadap Trump Anjlok ke Rekor Terendah 33

Topik Menarik