Perundingan Buntu, Iran Tegaskan Ingin Perang Berakhir, Bukan Gencatan Senjata Sementara
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kebijakan luar negeri Iran di bawah pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian memprioritaskan negara-negara tetangga. Ia memaparkan upaya untuk meredakan ketegangan regional dan memperluas hubungan dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
"Di bawah pemerintahan Dr. Pezeshkian, prioritas lebih besar diberikan kepada negara-negara tetangga," ujar Araghchi.
Pendekatan ini menuntut "penghapusan segala ketegangan dalam hubungan dengan setiap negara tetangga" serta penerapan kebijakan "diplomasi kawasan" di samping keterlibatan yang lebih luas dengan negara-negara tetangga, tambahnya.
Ia mengapresiasi bantuan negara-negara tetangga selama masa pergolakan baru-baru ini, seraya menyebutkan beberapa negara telah memasok barang dan obat-obatan, memfasilitasi kepulangan warga Iran yang sempat tertahan melalui wilayah mereka, serta mengizinkan pesawat Iran melintasi wilayah udara mereka.
Araghchi mengatakan Iran sempat menolak seruan gencatan senjata pada tahap awal perang, seraya menegaskan, "Kami tidak menginginkan gencatan senjata; kami menginginkan berakhirnya perang." Ia menekankan Iran tidak ingin konflik tersebut—yang sempat dihentikan oleh gencatan senjata namun kemudian berlanjut kembali beberapa bulan kemudian—"menjadi sebuah pola".
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan Iran.
Trump menegaskan blokade angkatan laut AS tetap diberlakukan sepenuhnya dan ranjau di Selat Hormuz telah dibersihkan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan AS kini "memohon" untuk bernegosiasi dengan syarat-syarat yang ditetapkan Teheran setelah gagal memaksa Iran untuk menyerah.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan Iran meluncurkan dua rudal balistik yang menyasar lalu lintas maritim; satu rudal jatuh di perairan wilayah UEA, sementara satu lainnya jatuh di laut di luar wilayah tersebut.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menepis tuduhan UEA tersebut sebagai hal yang "tidak berdasar", seraya menambahkan klaim semacam itu merusak hubungan bertetangga yang baik dan mengikis kepercayaan di kawasan.
Kementerian Luar Negeri UEA mengumumkan seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Baca juga: Survei Warga AS, Tingkat Dukungan terhadap Trump Anjlok ke Rekor Terendah 33





