Kerajaan Islam Bersiap Rayakan Peringatan 2.000 Tahun Pembaptisan Yesus

Kerajaan Islam Bersiap Rayakan Peringatan 2.000 Tahun Pembaptisan Yesus

Global | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45
share

Yordania sedang bersiap memperingati 2.000 tahun pembaptisan Yesus di Sungai Yordan. Kerajaan Islam ini menginvestasikan lebih dari USD100 juta untuk menarik peziarah Kristen ke salah satu situs paling suci di dunia tersebut.

Perdana Menteri Yordania, Jafar Hassan, bertemu dengan para pemimpin Kristen bulan ini dan menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan situs pembaptisan tersebut.

Rencananya mencakup pembangunan desa bagi peziarah dan pengunjung Kristen, museum yang didedikasikan untuk peristiwa pembaptisan, koridor hijau, serta peningkatan infrastruktur menuju lokasi tersebut.

Proyek ini diperkirakan menelan biaya USD120 juta, menurut laporan media Vatikan.

Tahun 2030 secara luas diakui sebagai peringatan dua milenium pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, peristiwa yang menandai dimulainya pelayanan publik Yesus. Upacara tersebut berlangsung di Betania di Seberang Sungai Yordan (Bethany Beyond the Jordan), yang terletak di tepi timur Sungai Yordan—sungai yang kini memisahkan Yordania dari Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pada masa pembaptisan Yesus, Betania di Seberang Sungai Yordan merupakan bagian dari Perea, negara bawahan Yahudi di bawah kekuasaan Romawi.

Empat paus telah mengunjungi Betania di Seberang Sungai Yordan: Paulus VI pada tahun 1964 (sebelum situs tersebut digali dan dipugar), diikuti Yohanes Paulus II, Benediktus XVI, dan Fransiskus.

Yordania adalah satu-satunya negara yang pernah dikunjungi oleh keempat paus tersebut.

Meskipun Yordania adalah negara Muslim dengan Islam sebagai agama resmi negara, negara ini menjadi rumah bagi sekitar 350.000 umat Kristen. Saat berbicara dalam pertemuan dengan para pemimpin Kristen, Hassan menyatakan peringatan peristiwa pembaptisan ini "mencerminkan kedudukan historis dan religius Yordania serta perannya sebagai tujuan global bagi peziarahan Kristen, sekaligus menyoroti pesan Kerajaan mengenai hidup berdampingan secara damai."

Dua situs paling suci bagi peziarah Kristen—Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre) di Yerusalem, tempat Yesus disalibkan, dan Gereja Kelahiran (Church of the Nativity) di Betlehem, tempat Ia dilahirkan—terletak di seberang Sungai Yordan, di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Meskipun pengunjung biasanya dapat mengakses Gereja Makam Kudus di Yerusalem Timur, peziarah yang hendak menuju Betlehem harus melewati serangkaian pos pemeriksaan militer, penghalang, dan penutupan jalan oleh Israel, yang sering kali ditutup oleh Pasukan Israel (IDF) tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Baca juga: Survei Warga AS, Tingkat Dukungan terhadap Trump Anjlok ke Rekor Terendah 33

Topik Menarik