10 Negara dengan Zona Waktu Terbanyak di Dunia, Juaranya Tak Terduga

10 Negara dengan Zona Waktu Terbanyak di Dunia, Juaranya Tak Terduga

Global | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:30
share

Sekilas, mungkin tampak jelas bahwa Rusia atau Amerika Serikat akan mendominasi jumlah zona waktu di dunia, mengingat luas wilayah mereka yang sangat besar. Namun, peringkat negara-negara dengan zona waktu terbanyak di dunia menceritakan kisah yang lebih kompleks—kisah yang dibentuk bukan hanya oleh sebaran wilayah di benua, melainkan juga oleh sejarah kolonial dan luasnya wilayah seberang laut.

Negara seperti Prancis, yang bahkan tidak masuk dalam 10 besar dalam hal luas daratan, justru memuncaki daftar ini berkat jangkauannya yang melintasi berbagai samudra dan belahan bumi. Perbedaan zona waktu ini mencerminkan bukan hanya aspek geografis, tetapi juga jangkauan administratif negara, baik di masa lalu maupun saat ini.

Daftar ini menggunakan data dari Timeanddate, sumber tepercaya untuk informasi waktu global. Daftar ini menghitung semua zona waktu standar resmi yang digunakan oleh suatu negara, termasuk yang berlaku di wilayah seberang laut atau wilayah terluar. Perubahan sementara seperti waktu musim panas tidak disertakan, begitu pula klaim wilayah di Antartika. Penghitungan ini mencerminkan zona waktu standar permanen yang saat ini digunakan oleh negara dan wilayahnya, yang dinyatakan dalam selisih waktu terhadap UTC (Coordinated Universal Time).

10 Negara dengan Zona Waktu Terbanyak di Dunia, Juaranya Tak Terduga

1. Prancis (12 Zona Waktu)

Melansir cntravellerme, neskipun ukurannya relatif kecil di Eropa, secara teknis Prancis memiliki zona waktu terbanyak di dunia, yaitu 12 zona waktu. Hal ini dikarenakan sisa-sisa imperium kolonial negara tersebut masih tersebar di berbagai wilayah di Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, dan Amerika Selatan.

Wilayah utama Prancis berada di zona waktu UTC+1; kemudian ada Polinesia Prancis—dengan perairan biru bergradasi—di zona UTC-10; kepulauan Pasifik Selatan Wallis dan Futuna yang menggunakan UTC+12; serta Pulau Réunion—pulau vulkanik dengan lanskap mirip permukaan bulan—yang terletak hanya 680 kilometer dari pantai Madagaskar dan berada di zona UTC+4. TONTON

2. Rusia (11 Zona Waktu)

Rusia adalah negara terbesar di dunia berdasarkan luas daratan, membentang dari perbatasan Eropa Timur hingga Selat Bering. Tidak mengherankan jika wilayah lintas benua ini mencakup 11 zona waktu, dengan 10 di antaranya berada di wilayah daratan yang menyatu. Moskow, kota terpadat di Rusia, berada di zona waktu UTC+3. Sementara Kaliningrad (satu-satunya pelabuhan bebas es di negara itu yang terpisah dari daratan utama) berada di zona waktu UTC+2, semenanjung vulkanik Kamchatka yang misterius berada di UTC+12; ini berarti terdapat selisih waktu 10 jam antara sisi timur dan barat negara tersebut.

3. Amerika Serikat (11 Zona Waktu)

AS mencakup wilayah yang sangat luas di planet ini, bahkan sebelum menghitung wilayah-wilayah dependensinya. Terdapat empat zona waktu yang saling bersambung: Eastern (Timur), Central (Tengah), Mountain (Pegunungan), dan Pacific (Pasifik), yang ditetapkan pada tahun 1883 setelah insinyur kereta api asal Kanada, Sandford Fleming, mengusulkan konsep zona waktu pada tahun 1879. Namun, jika Alaska, Hawaii, dan wilayah dependensi AS turut dihitung, jumlahnya meningkat menjadi sembilan. Ditambah dengan Pulau Howland dan Pulau Baker yang tak berpenghuni (keduanya menggunakan zona waktu UTC-12), total zona waktu AS mencapai 11.

4. Inggris (9 Zona Waktu)

Meskipun merupakan negara terkecil kedua dalam daftar ini berdasarkan luas daratan, wilayah seberang laut Britania Raya tersebar luas di seluruh dunia. Mulai dari Kepulauan Pitcairn di Pasifik (UTC-8)—yang berpenduduk kurang dari 50 jiwa—hingga Kepulauan Chagos di Samudra Hindia (UTC+6).

Meskipun wilayah utama Inggris di Eropa menggunakan UTC+0, wilayah-wilayahnya yang tersebar jauh—termasuk Bermuda, Gibraltar, dan Kepulauan Falkland—menjadikan total zona waktu Inggris sebanyak sembilan.

5. Australia (9 Zona Waktu)

Sistem pengaturan waktu domestik Australia tergolong rumit, sehingga perhitungan zona waktunya sering kali bervariasi. Terdapat tiga zona waktu standar utama di wilayah daratan utamanya: Waktu Standar Timur, Tengah, dan Barat. Namun, tergantung pada bulannya, beberapa negara bagian (dan wilayah) menerapkan waktu musim panas, dengan memajukan jam satu jam lebih awal. Beberapa wilayah bahkan menggunakan selisih waktu unik sebesar setengah jam atau 45 menit. Menurut Timeanddate, terdapat total sembilan zona waktu jika wilayah Pulau Christmas, Pulau Norfolk, dan Kepulauan Cocos turut diperhitungkan.

6. Kanada (6 Zona Waktu)

Wilayah geografis Kanada yang luas mencakup enam zona waktu standar, dengan selisih empat setengah jam antara wilayah timur dan barat. Saat Anda beralih dari Waktu Newfoundland (UTC-3:30) ke Waktu Pasifik (UTC-8), jam di seluruh negeri akan menunjukkan waktu yang berbeda tergantung pada lokasi dan musim—akibat penerapan waktu musim panas. Provinsi-provinsi di negara ini bisa mencakup lebih dari satu zona waktu; Kanada tidak memerlukan wilayah seberang laut tambahan untuk masuk dalam daftar ini.

7. Denmark (5 Zona Waktu)

Sebagai negara terkecil dalam daftar ini, Denmark memiliki wilayah yang secara geografis ringkas, namun yurisdiksinya membentang jauh melampaui Eropa, mencakup Kepulauan Faroe yang vulkanik (UTC+0) dan Greenland, yang memiliki tiga zona waktu. Daratan utama Skandinavia menggunakan waktu UTC+1 pada musim dingin dan UTC+2 pada musim panas karena penerapan daylight saving time, namun dengan ditambahkannya wilayah Arktik dan Atlantik Utara, total zona waktunya menjadi lima.

8. Selandia Baru (5 Zona Waktu)

Pulau Utara dan Pulau Selatan yang hijau di daratan utama Selandia Baru (NZ) menggunakan waktu UTC+12, sementara Kepulauan Chatham yang bertetangga memiliki zona waktunya sendiri yang bernama sama, dengan selisih waktu 45 menit lebih cepat di UTC+12:45. Selain itu, terdapat negara-negara dengan pemerintahan sendiri yang menjalin asosiasi bebas dengan Selandia Baru, yaitu Niue (UTC-11) dan Kepulauan Cook (UTC-10), serta wilayah Tokelau yang tidak memiliki pemerintahan sendiri (UTC+13). Secara keseluruhan, wilayah-wilayah ini mencakup lima zona waktu.

9. Brasil (4 Zona Waktu)

Dengan wilayah daratan yang luas dan beragam secara ekologis, Brasil mencakup empat zona waktu: Acre, Amazon, Brasília, dan Fernando de Noronha. Meskipun semuanya berada di Amerika Selatan, luas wilayah kontinental negara ini menciptakan rentang waktu yang lebar, mulai dari UTC−5 di wilayah Amazon paling barat hingga UTC−2 di kepulauan Atlantiknya. Sekitar 90 persen penduduk negara ini tinggal di zona waktu Brasília (BRT), yang mencakup kota-kota populer seperti Rio de Janeiro dan São Paulo. Jumlah zona waktu: 4

10. Meksiko (4 Zona Waktu)

Empat zona waktu resmi Meksiko membentang dari UTC-8 di Baja California hingga UTC-5 di wilayah tenggara Quintana Roo, mencerminkan pembagian zona waktu di wilayah daratan utama Amerika Serikat. Meskipun rentang wilayahnya lebih sempit dibandingkan negara lain dalam daftar ini, jumlah zona waktu tersebut tetap menegaskan luasnya wilayah negara ini dari timur ke barat.

Meksiko telah menghapuskan kebijakan waktu musim panas pada tahun 2022, namun Baja California dan beberapa wilayah administratif di dekat perbatasan utara dengan Amerika Serikat tetap menerapkannya.

Topik Menarik