Rudal-rudal Rusia Hujani Kampung Halaman Zelensky, Hantam Pabrik Miliarder Lakshmi Mittal

Rudal-rudal Rusia Hujani Kampung Halaman Zelensky, Hantam Pabrik Miliarder Lakshmi Mittal

Global | sindonews | Senin, 17 Agustus 2026 - 12:38
share

Rentetan serangan rudal Rusia telah menghujani Kryvyi Rih, kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, pada Senin (17/8/2026) dini hari. Salah satu rudal menghantam pabrik baja ArcelorMittal Kryvyi Rih milik miliarder India; Lakshmi Mittal.

Serangan di pabrik baja itu menewaskan dua orang dan melukai 14 pekerja. ArcelorMittal Kryvyi Rih merupakan pabrik baja terbesar di Ukraina.

Baca Juga: Perempuan Cantik Rusia Tanam Bom di Tempat Sampah, Pembelot Ukraina Tewas

"Akibat serangan tersebut, fasilitas produksi utama di sektor pembangkit listrik dan tanur tiup mengalami kerusakan, dan proses produksi pabrik dihentikan sebagian," kata perusahaan ArcelorMittal Kryvyi Rih dalam sebuah pernyataan.

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi serangan jarak jauh antara Rusia dan Ukraina, di mana kedua belah pihak meluncurkan serangan pesawat nirawak berskala besar serta menyasar infrastruktur energi, industri, dan militer.

Selain itu, Zelensky mengatakan bahwa pasukan Rusia terus menargetkan infrastruktur sipil dan mengeklaim bahwa selama sepekan terakhir, Moskow telah meluncurkan lebih dari 1.550 drone serang, hampir 1.560 bom udara berpemandu, dan 62 rudal ke berbagai kota di Ukraina.Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi telah menyerang bengkel-bengkel di kompleks metalurgi tersebut, seraya menyatakan bahwa lokasi itu menjadi sasaran dalam serangan gabungan yang melibatkan senjata presisi yang diluncurkan dari darat dan udara serta pesawat nirawak jarak jauh.

Operasi Rusia juga menyasar kilang minyak di Kremenchuk, Wilayah Poltava. Di Kyiv, pasukan Rusia menyerang fasilitas Fire Point, yang menurut Moskow memproduksi komponen, hulu ledak, dan pendorong bahan bakar padat untuk rudal jelajah Flamingo militer Ukraina.

Sasaran lainnya adalah Kyiv-111, fasilitas yang dioperasikan oleh Ukrdefense Company yang memproduksi komponen untuk drone serang, UAV pencegat Khrushch, dan drone anti-pesawat Harpia.

Rusia telah meningkatkan serangan terhadap fasilitas dan logistik pertahanan Ukraina menyusul "operasi pengaruh" selama 40 hari yang diumumkan oleh Zelensky pada akhir Juni.

Kyiv menggambarkan kampanye serangan drone jarak jauh tersebut sebagai upaya untuk memaksa Moskow melakukan negosiasi dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh Ukraina. Selama beberapa minggu berikutnya, Ukraina menyasar kilang minyak Rusia, gudang logistik yang dioperasikan oleh peritel Wildberries—yang sering dijuluki sebagai "Amazon-nya Rusia"—serta berbagai lokasi yang jauh dari garis depan.

Moskow menyebut serangan terhadap infrastruktur energi, bangunan tempat tinggal, dan pusat logistik tersebut sebagai tindakan "terorisme", seraya menyatakan bahwa serangan-serangan itu telah menewaskan puluhan warga sipil.

Ketika tenggat waktu berlalu pada awal Agustus tanpa tercapainya tujuan kampanye tersebut, kepala kantor Zelensky, Kyrylo Budanov, menepis pentingnya batasan waktu itu dengan mengatakan bahwa yang terpenting adalah hasilnya.

Topik Menarik