Inggris Tak Terima Disebut PM Israel Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris'
Perdana Menteri Israel (PM) Benjamin Netanyahu telah menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Inggris" dalam sebuah wawancara podcast, di mana dia juga menggambarkan negara tersebut sebagai republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir. Pihak London protes dan menyatakan komentar pemimpin rezim Zionis tersebut tak dapat diterima.
"Komentar-komentar ini sama sekali tidak dapat diterima dan kami telah menyampaikannya kepada pemerintah Israel," kata Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Pertikaian Memanas, PM Israel Netanyahu Sebut Republik Islam Inggris
Komentar Netanyahu, yang disampaikan dalam wawancara dengan Army Radio Israel, menggemakan narasi umum kelompok sayap kanan ekstrem yang bersifat Islamofobik terkait populasi Muslim Inggris yang sebenarnya kecil.
Netanyahu memuji pemberitaan positif mengenai Israel yang dilakukan oleh jurnalis Randolph Churchill—putra mantan perdana menteri Winston Churchill—lebih dari setengah abad yang lalu, lalu berkata: "Coba cari hal seperti itu di Inggris saat ini, di tempat yang disebut sebagai republik Islam Inggris."Alih-alih menyanggah komentar Netanyahu, pembawa acara justru mempertanyakan apakah dia secara tidak adil menyoroti Inggris secara khusus, dengan bertanya: "Bukankah seluruh Eropa juga seperti itu?"Netanyahu menjawab dengan menegaskan kembali pandangannya. "Ya, tapi Anda tahu, ada yang bilang republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah republik Islam Inggris."
Faktanya, Pakistan adalah negara yang secara resmi bernama Republik Islam Pakistan. Pakistan pula satu-satunya negara Islam yang bersenjata nuklir, yakni sejak tahun 1990-an.
Hubungan antara Inggris dan Israel semakin tegang dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak Andy Burnham memimpin pemerintahan di Downing Street Nomor 10.
Sesaat sebelum menjabat sebagai perdana menteri, Burnham meminta maaf atas respons awal Partai Buruh terhadap tindakan militer Israel di Gaza. Dia ia mengakui bahwa Partai Buruh tidak mengambil langkah yang tepat dan perlu berbuat lebih baik di bawah kepemimpinannya. Sikap PM Burnham menandakan perubahan signifikan dalam pendekatan Inggris terhadap Timur Tengah.
Pada bulan Juli, dia menyatakan akan berupaya lebih keras untuk menekan pemerintah Israel, termasuk melalui penerapan sanksi tambahan terhadap individu dan entitas, serta kemungkinan larangan perdagangan barang dengan permukiman ilegal.
Wapres AS Juga Pernah Sebut Inggris Negara Islam
Netanyahu bukan yang pertama yang menyebut Inggris sebagai negara Islam. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, pernah melontarkan pernyataan yang serupa selama kampanye pemilihan presiden 2024. Saat itu, Vance mengatakan bahwa Inggris bisa menjadi "negara Islamis sejati pertama yang memiliki senjata nuklir".Wali Kota London, Sadiq Khan, juga kerap menjadi sasaran serangan bernuansa rasial dari para pemimpin sayap kanan di luar negeri, termasuk Presiden AS Donald Trump, yang berupaya meraih keuntungan politik melalui kebohongan yang bersifat Islamofobik.Para pemimpin Muslim di Inggris menyatakan bahwa kejahatan kebencian yang menargetkan komunitas mereka telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di tengah meningkatnya retorika sayap kanan jauh dan bertambahnya dukungan bagi partai-partai politik anti-imigran.
Avi Dabush, yang mencalonkan diri untuk Knesset mewakili partai oposisi Demokrat Israel, mengkritik keras Netanyahu karena mengejek sekutu penting di saat Israel menghadapi isolasi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Itulah yang terjadi ketika ada kegagalan diplomatik yang parah, serta ketidakmampuan untuk menggalang dukungan negara-negara di dunia demi kepentingan kita," ujarnya dalam sebuah unggahan di media sosial.
Sebagai pemimpin pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah Israel, Netanyahu telah menjauhkan diri dari sekutu-sekutu tradisionalnya sembari menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh sayap kanan, termasuk beberapa di antaranya yang memiliki rekam jejak antisemitisme.







