Negara NATO Pamer Kekuatan di Tengah Perang Rusia-Ukraina, Kerahkan 60 Pesawat, Termasuk F-35
Polandia, salah satu negara NATO di wilayah timur, telah menggelar parade militer besar-besaran pada hari Sabtu. Pamer kekuatan di tengah perang Rusia-Ukraina ini melibatkan pengerahan 60 pesawat militer, termasuk jet tempur siluman F-35 yang dibeli dari Amerika Serikat (AS).
Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk memperingatkan bahwa "hanya mereka yang kuat" yang akan terhindar dari perang. Negara ini terus memperkuat militernya karena merasa terancam oleh Moskow.
Baca Juga: Rudal Rusia yang Serang Ukraina Menyeberang ke Polandia, NATO Kerahkan Jet Tempur F-16
Pertunjukan kekuatan militer tersebut—baik di darat, laut, maupun udara—bertepatan dengan Hari Angkatan Bersenjata Polandia, yang menandai peringatan kemenangan penting Polandia atas pasukan Bolshevik dalam Pertempuran Warsawa tahun 1920.
Lebih dari 60 pesawat militer terbang melintasi ibu kota Polandia, diikuti oleh upacara di mana Presiden Karol Nawrocki memberikan kenaikan pangkat kepada 21 perwira militer.Bagian utama parade dimulai tak lama kemudian—setelah pidato oleh Nawrocki dan Menteri Pertahanan Władysław Kosiniak-Kamysz—dengan hampir 2.000 tentara berbaris di sepanjang Sungai Vistula di Warsawa bersama lebih dari 300 kendaraan militer.Di tengah perang Rusia melawan Ukraina yang masih berlangsung, pencegahan yang efektif menjadi pesan utama di balik parade tahun ini, seiring langkah Polandia mempercepat program modernisasinya. Negara tersebut—yang tahun lalu mencatatkan pengeluaran pertahanan terbesar di NATO jika dibandingkan dengan PDB-nya—telah mengucurkan dana miliaran dolar AS untuk perangkat keras baru, termasuk pesawat terbang, kapal, dan helikopter.
Sebuah parade Angkatan Laut yang melibatkan lebih dari 20 kapal, termasuk kapal-kapal dari negara sekutu, juga digelar di dekat kota Gdynia dan Gdańsk di pesisir Laut Baltik bagian utara Polandia, dengan dihadiri oleh PM Tusk.
Seruan untuk Menjadi Kuat
Saat berbicara dalam acara tersebut, Tusk mengatakan bahwa Polandia ingin menghindari perang. "Dan bahwa hanya mereka yang kuat, siap sedia, serta benar-benar mandiri dan berdaulat yang akan terhindar dari perang."Upacara-upacara lain juga diselenggarakan pada hari Sabtu dalam rangka Hari Angkatan Bersenjata, termasuk upacara pergantian penjaga di Makam Prajurit Tak Dikenal di Warsawa, yang dihadiri oleh para pejabat tinggi.
Presiden Nawrocki menyatakan bahwa Polandia—yang dalam sejarahnya kerap diserang oleh negara-negara tetangga—sangat memahami harga yang harus dibayar demi kemerdekaan dan kebebasan."Ini merupakan hari komitmen, bukan hanya terhadap masa lalu, sejarah, dan kenangan, melainkan juga komitmen terhadap masa kini dan masa depan, serta keselamatan anak-cucu kita," katanya, seperti dikutip dari TVP World, Minggu (16/8/2026).
Di tengah ketegangan politik dan perbedaan pendapat antara presiden dan pemerintah terkait penggunaan program pinjaman "SAFE" Uni Eropa yang bernilai miliaran untuk pembiayaan pertahanan Polandia, kepala negara tersebut menegaskan bahwa keamanan nasional jauh lebih penting daripada perselisihan politik.
"Hari ini, rudal yang jatuh tidak akan bertanya apakah seseorang memilih partai politik tertentu atau yang lain... Janganlah kita lupa bahwa kita adalah satu bangsa," katanya.
Polandia, yang berbatasan langsung dengan Rusia dan Ukraina, telah menjalankan salah satu upaya modernisasi militer tercepat di Eropa sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022.
Di antara persenjataan yang dipamerkan pada hari Sabtu itu adalah jet tempur F-35 rancangan Amerika Serikat. Pesawat tempur canggih ini merupakan salah satu tambahan terbaru bagi arsenal militer Warsawa. Tiga unit F-35 pertama telah tiba di Polandia pada bulan Mei sebagai bagian dari pesanan senilai USD4,6 miliar untuk total 32 pesawat jenis tersebut. Warsawa juga telah memesan 96 helikopter AH-64E Apache dari AS dan baru saja meluncurkan fregat ORP Wicher. Selain itu, mereka telah memesan kapal selam kelas A26 Blekinge buatan Swedia, yang merupakan salah satu kapal non-nuklir paling canggih di Eropa.
Polandia mengalokasikan sekitar 4,7 dari PDB untuk sektor pertahanan pada tahun 2025—angka relatif tertinggi di antara negara-negara anggota NATO—dan menargetkan peningkatan belanja tersebut menjadi 5 pada tahun 2026.
Angkatan Bersenjata Polandia saat ini memiliki lebih dari 220.000 personel aktif, menjadikannya salah satu dari tiga atau empat kekuatan militer terbesar di NATO dalam hal jumlah personel. Warsawa menargetkan memiliki 500.000 anggota militer, termasuk 200.000 personel cadangan, pada tahun 2039.







