Raja Arab Saudi Keluarkan 3 Dekret, Susun Ulang Kabinet di Bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman

Raja Arab Saudi Keluarkan 3 Dekret, Susun Ulang Kabinet di Bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman

Global | sindonews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 10:47
share

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud telah mengeluarkan tiga dekret Kerajaan Arab Saudi pada hari Kamis. Dekret-dekret itu terkait kabinet, yang salah satunya memerintahkan penyusunan ulang kabinet di bawah kepemimpinan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman (MBS).

Selain menyusun ulang, dekret-dekret tersebut juga merujuk pada Pasal 9 Undang-Undang Dewan Menteri, yang menetapkan bahwa masa jabatan kabinet tidak boleh melebihi empat tahun. Setelah masa empat tahun berakhir, kabinet harus dibentuk ulang melalui dekret kerajaan.

Baca Juga: Mengapa Arab Saudi Mengubah Perannya dalam Perang Iran? Ini Analisisnya

Perintah-perintah Raja Salman yang baru turut mencakup keputusan untuk membebastugaskan Bandar Alkhorayef dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Direksi Otoritas Konten Lokal dan Pengadaan Pemerintah, serta menunjuk Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai penggantinya.

Mohammed El-Kuwaiz juga dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Ketua Otoritas Pasar Modal, digantikan oleh Mazen Al-Sudairi.

Komandan AS Temui MBS

Pada hari yang sama, komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, menemui Pangeran MBS. Menurut laporan Al Arabiya English, Jumat (14/8/2026), keduanya melakukan diskusi yang berfokus pada upaya meredakan ketegangan regional dan memperkuat kerja sama pertahanan antara Riyadh dan Washington.Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional, di mana Arab Saudi semakin berfokus untuk mencegah konflik yang melibatkan Iran meluas lebih jauh ke wilayah Teluk. Gangguan di Selat Hormuz serta gesekan yang terus berlanjut antara Washington dan Teheran telah menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan maritim dan arus energi yang melintasi salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Kekhawatiran terkait keamanan juga meningkat di wilayah selatan Arab Saudi. Pasukan Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran baru-baru ini menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan menggunakan pesawat nirawak, sementara pertempuran yang kembali pecah di Yaman memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas setelah bertahun-tahun situasi relatif tenang.

Pada saat yang sama, Riyadh telah mengambil langkah untuk memperluas kemitraan pertahanan regionalnya. Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah pekan lalu, yang menetapkan kerangka pertahanan kolektif serta rencana untuk koordinasi politik dan militer yang lebih erat.

Sebagai komandan CENTCOM, Cooper memimpin operasi militer AS di seluruh Timur Tengah; hal ini menempatkan pembicaraannya dengan Pangeran MBS dalam konteks postur militer Washington terhadap Iran serta komitmen keamanan AS yang lebih luas di kawasan Teluk.

Topik Menarik