Punya SIM? Jangan Sampai Mati, Subsidi BBM Bisa Ikut Hilang

Punya SIM? Jangan Sampai Mati, Subsidi BBM Bisa Ikut Hilang

Global | sindonews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 11:09
share

Para pengendara perlu memperhatikan masa berlaku surat izin mengemudi (SIM). Sebab, SIM yang sudah tidak aktif ternyata bisa berpengaruh terhadap akses mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Aturan ini bukan berlaku di Indonesia, melainkan diterapkan pemerintah Malaysia melalui sistem subsidi bensin RON95.

Baca Juga: DPR Minta SIM Berlaku Seumur Hidup, Kakorlantas: Sudah Pernah Ditolak MK

Pemerintah Malaysia menjadikan Lesen Memandu Malaysia (LMM) atau SIM Malaysia sebagai salah satu data penting untuk menentukan kelayakan warga mendapatkan subsidi bensin melalui program BUDI MADANI RON95 (BUDI95).

BUDI95 merupakan program subsidi bensin yang ditujukan khusus bagi warga negara Malaysia. Pemerintah menggunakan data identitas dan LMM untuk memastikan subsidi diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat.

Karena itu, warga Malaysia yang memiliki LMM perlu memastikan dokumennya tetap aktif. Jika LMM sudah terlalu lama kedaluwarsa, pemiliknya dapat kehilangan kelayakan dalam sistem subsidi tersebut.Aturan perpanjangan LMM di Malaysia sendiri cukup panjang. Warga negara Malaysia dan pemegang status MyPR dapat memperpanjang LMM hingga 10 tahun. Sementara warga negara asing atau pemegang paspor dapat memperpanjangnya maksimal 5 tahun.

Biaya perpanjangan untuk warga Malaysia ditetapkan berdasarkan kelas LMM. Untuk kelas B2, B dan C dikenakan RM20 per tahun, sedangkan kelas D dan ke atas RM30 per tahun.

Untuk warga negara asing, biaya yang tercantum dalam ketentuan JPJ (Jabatan Pengangkutan Jalan atau Departemen Transportasi Jalan) adalah RM120 per tahun untuk sejumlah kelas LMM, dengan masa perpanjangan maksimal lima tahun. Pemegang paspor juga harus memastikan paspornya masih berlaku.

Masalahnya muncul ketika LMM sudah kedaluwarsa terlalu lama.

Pemerintah Malaysia memberikan batas waktu tertentu agar LMM yang sudah kedaluwarsa masih dapat diperpanjang tanpa harus menjalani seluruh proses mendapatkannya dari awal. Karena itu, pengendara tidak disarankan membiarkan LMM mereka mati terlalu lama.Bagi warga Malaysia, hal tersebut semakin penting karena LMM aktif menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan subsidi RON95 melalui program BUDI95.

Ketentuan program BUDI95 menyebutkan warga negara Malaysia berusia 16 tahun ke atas yang memiliki LMM aktif dapat memperoleh kelayakan membeli RON95 bersubsidi.

Namun, memiliki LMM saja tidak otomatis membuat seseorang berhak mendapatkan bensin subsidi. Warga negara asing yang memiliki LMM tidak otomatis menjadi penerima manfaat program BUDI95, karena program tersebut memang ditujukan untuk rakyat Malaysia.

Pemerintah Malaysia juga telah mengubah batas penggunaan subsidi RON95. Mulai April 2026, batas kelayakan ditetapkan maksimal 200 liter per bulan, turun dari sebelumnya 300 liter. Harga RON95 bersubsidi tetap RM1,99 per liter.

Dengan batas tersebut, penerima yang menggunakan seluruh kuota 200 liter hanya membayar sekitar RM398 per bulan untuk RON95 bersubsidi. Pemerintah menyatakan batas tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan sekitar 90 persen penerima manfaat program BUDI95.Untuk memperpanjang LMM, masyarakat Malaysia juga tidak harus selalu datang ke kantor JPJ. Perpanjangan dapat dilakukan melalui kantor JPJ, UTC, Kaunter 1JPJ, kios eKhidmat dan jaringan Pos Malaysia.

Layanan digital melalui aplikasi MyJPJ juga tersedia untuk sejumlah proses terkait LMM.

Dengan aturan ini, LMM memiliki fungsi yang lebih penting dibanding sekadar dokumen untuk berkendara. LMM yang aktif juga menjadi bagian dari sistem verifikasi ketika pemerintah menyalurkan subsidi BBM.

Jadi, bagi warga Malaysia, jangan sampai lupa memperpanjang LMM. Sebab, SIM atau LMM yang mati bukan hanya bisa membuat pengendara bermasalah saat berada di jalan, tetapi juga dapat memengaruhi akses terhadap BBM subsidi.

Topik Menarik