Venezuela Ngotot Akan Ambil 31 Ton Emas Miliknya yang Disandera Inggris
Otoritas Venezuela bersikerasakan menarik 31 ton emas yang disimpan di brankas bawah tanah Bank of England. Upaya ini dilakukan karena Caracas sedang membutuhkan dana untuk rekonstruksi pasca-gempa yang telah menewaskan lebih dari 6.000 orang akhir Juni lalu.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez menyampaikan upaya tersebut pada hari Rabu, di saat inflasi bulanan melonjak hingga 20.
Baca Juga: Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Sebanyak 31 ton emas senilai sekitar USD4 miliar telah "disandera" pemerintah Inggris selama bertahun-tahun. Bank of England, yang tunduk pada otoritas hukum Inggris, telah lama menolak untuk menyerahkan emas sebanyak itu karena London tidak mengakui legitimasi pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Emas-emas batangan tersebut telah menjadi subjek sengketa hukum berkepanjangan di pengadilan Inggris, dan belum dilepaskan meskipun Maduro sudah lengser dan ditangkap oleh pasukan AS pada bulan Januari serta adanya permintaan dari penjabat Presiden Delcy Rodriguez kepada Raja Charles III.Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Negara Amerika Selatan itu dilanda gempa kembar dahsyat pada akhir Juni yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.Rodriguez mengatakan pemerintah dan para legislator telah sepakat untuk fokus pada proyek-proyek yang bertujuan membangun kembali rumah warga, kapasitas layanan kesehatan, ketersediaan listrik, dan pembersihan puing-puing.
"Untuk tujuan tersebut, memusatkan upaya guna mendorong pemulihan aset internasional Venezuela yang berada di Bank of England," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2026).
Bank sentral Venezuela menyatakan bahwa gempa kembar tersebut berkontribusi pada kenaikan inflasi menjadi 19,9 pada bulan Juli dibandingkan 13,8 pada bulan sebelumnya, karena bencana tersebut mengganggu distribusi barang. Bank sentral memperkirakan inflasi akan menurun pada bulan Agustus.
Dengan angka bulan Juli tersebut, inflasi tahun-ke-tahun tercatat sebesar 575,9, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data dari bank sentral.






