Siapa Ahmad Vahidi? Panglima IRGC yang Dituding Mendalangi Pengeboman Pusat Yahudi di Argentina

Siapa Ahmad Vahidi? Panglima IRGC yang Dituding Mendalangi Pengeboman Pusat Yahudi di Argentina

Global | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:10
share

Dalam perombakan besar-besaran menyusul perang baru-baru ini dengan AS dan Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengeluarkan sejumlah dekret terpisah yang menunjuk kepala baru badan keamanan tertinggi negara serta enam komandan senior untuk menduduki posisi militer kunci. Penunjukan ini mencakup berbagai elemen dalam struktur keamanan dan militer Iran, termasuk Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Staf Umum Angkatan Bersenjata, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Angkatan Laut IRGC, dan Organisasi Basij.

Perombakan ini juga menghadirkan tim kepemimpinan baru bagi IRGC. Mayor Jenderal Ahmad Vahidi, seorang komandan veteran IRGC dan mantan wakil menteri pertahanan, ditunjuk sebagai komandan tertinggi Garda Revolusi, sementara Mayor Jenderal Mostafa Izadi ditunjuk sebagai wakilnya.

Siapa Ahmad Vahidi? Panglima IRGC yang Dituding Mendalangi Pengeboman Pusat Yahudi di Argentina

1. Pernah Bertugas di Garis Depan saat Perang Irak

Melansir Anadolu, berasal dari provinsi Fars di wilayah selatan, Vahidi bergabung dengan IRGC tak lama setelah Revolusi Islam 1979 dan bertugas di garis depan selama Perang Iran-Irak yang berlangsung delapan tahun pada dekade 1980-an.

Selama perang tersebut, ia memimpin organisasi intelijen IRGC. Setelah konflik berakhir, ia ditunjuk sebagai komandan Pasukan Quds IRGC, salah satu posisi militer paling penting dalam kariernya. Vahidi juga terjun ke dunia politik dengan memegang jabatan senior di berbagai pemerintahan berturut-turut antara tahun 2003 dan 2024, termasuk sebagai wakil menteri pertahanan, menteri pertahanan, dan menteri dalam negeri.

Ia juga pernah memimpin Universitas Pertahanan Nasional, yang menyelenggarakan pelatihan bagi personel militer dan keamanan.

Pada bulan Desember 2025, Vahidi ditunjuk sebagai wakil komandan IRGC di bawah komando Mayjen Mohammad Pakpour. Menyusul tewasnya Pakpour dalam perang baru-baru ini, Vahidi dipilih sebagai penggantinya, meskipun pengumuman resmi penunjukannya baru disampaikan pada hari Senin.Saat ini, Vahidi dipandang sebagai tokoh kunci dalam jajaran pimpinan militer baru Iran di tengah berlanjutnya perang melawan AS dan meningkatnya ancaman keamanan.

2. Pemain Kunci di IRGC

Melansir Euro News, Ahmad Vahidi, salah satu tokoh paling senior di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), telah muncul sebagai pemain kunci dalam menentukan sikap Teheran terhadap AS sejak perang dimulai pada bulan Februari — dan kini mungkin menjadi titik kontak utama bagi para mediator regional yang berupaya mengakhiri perang tersebut.

Para analis meyakini ia termasuk dalam lingkaran dalam yang memiliki kontak langsung dengan Mojtaba Khamenei, sosok yang tidak pernah muncul di hadapan publik sejak serangan Israel dan AS terhadap kediamannya pada 28 Februari.

Menurut Institute for the Study of War yang berbasis di Washington, "Vahidi dan lingkaran dalamnya telah mengambil alih kendali tidak hanya atas respons militer Iran, tetapi juga strategi negosiasi negara tersebut."

3. Pernah Memimpin Pasukan Quds yang Mengendalikan Proksi Iran

Pada tahun 1988, ia ditunjuk sebagai komandan pertama Pasukan Quds, yaitu sayap operasi luar negeri elite milik Garda Revolusi.

Pasukan Quds bertanggung jawab melatih, melengkapi, dan mendanai jaringan kelompok proksi Iran di seluruh Timur Tengah, termasuk Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan milisi Syiah di Irak.Ia memegang jabatan tersebut hingga tahun 1997, saat posisinya digantikan oleh Mayor Jenderal Qassem Soleimani, yang memimpin pasukan itu hingga ia tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) AS di Baghdad pada Januari 2020.

4. Diduga Mengebom Pusat Yahudi di Buenos Aires pada 1994

Nama Vahidi dikaitkan dengan pengeboman pusat komunitas Yahudi AMIA di Buenos Aires pada tahun 1994.

Serangan tersebut menewaskan 85 orang dan melukai lebih dari 300 orang, menjadikannya serangan antisemit paling mematikan di Belahan Bumi Barat sejak Perang Dunia II.

Jaksa penuntut Argentina secara resmi menetapkan Vahidi sebagai salah satu perencana serangan, dan sejak saat itu namanya tercantum dalam daftar *Red Notice* Interpol, yang secara signifikan membatasi kemampuannya untuk bepergian ke luar negeri. Iran secara konsisten membantah keterlibatan apa pun dalam serangan tersebut.

5. Arsitek Rudal dan Drone Iran

Di bawah pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Vahidi menjabat sebagai menteri pertahanan dari tahun 2009 hingga 2013, dengan fokus pada produksi rudal dan pesawat nirawak (drone) di dalam negeri.

Kantor Berita Fars, yang berafiliasi dengan IRGC, menggambarkan periode tersebut sebagai "masa keemasan daya tangkal pertahanan Iran." Ia kemudian memimpin Universitas Pertahanan Nasional Tertinggi sebelum ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri di bawah pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi pada tahun 2021.

Ahmad Vahidi pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Mahmoud Ahmadinejad.

6. Negosiator Garis Keras

Secara politik, Vahidi termasuk dalam kubu konservatif garis keras yang dikenal sebagai "prinsipialis"; ia secara konsisten mengusung kemandirian militer dan sikap skeptis terhadap keterlibatan Barat.

Strategi Iran saat ini—yang sebagian dibentuk oleh pengaruh Vahidi—bertumpu pada dua pilar: mempertahankan kendali atas Selat Hormuz untuk menciptakan tekanan pada pasar energi Barat, serta menolak tuntutan AS agar Iran menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.

Topik Menarik