1 Hari Setelah Aliansi Mekkah Dibentuk, Houthi Terus Bombardir Saudi
Serangan Houthi terhadap Aramco merupakan eskalasi besar, terutama karena terjadi hanya satu hari setelah pakta pertahanan Mekkah ditandatangani antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki.
Para pejabat Ansar Allah (Houthi) telah menyatakan bahwa jika Turki atau Pakistan berencana melanggar kedaulatan Yaman atau terlibat bersama Arab Saudi dalam serangan maupun tindakan bermusuhan apa pun terhadap Yaman, maka mereka akan diberi pelajaran yang sangat keras.
Hal ini mungkin mengirimkan pesan kepada pakta baru tersebut bahwa Ansar Allah akan terus melanjutkan eskalasi militer dan terus menargetkan aset paling berharga milik Arab Saudi: fasilitas minyak Aramco serta infrastruktur transportasi minyak.
Di tengah situasi ini, mereka juga menargetkan sekutu Arab Saudi di lapangan, yaitu pasukan pemerintah Yaman di kegubernuran timur Hadramout dan juga di kegubernuran Marib, tempat bentrokan dilaporkan telah terjadi dalam beberapa jam terakhir.
Bentrokan kembali terjadi di beberapa wilayah Taiz dan di Marib, menurut sejumlah sumber di lapangan.Jadi, semua ini mengindikasikan bahwa konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama 12 tahun ini hanya akan terus meningkat eskalasinya kecuali jika negosiasi dilakukan dalam waktu dekat.
Serangkaian serangan yang terjadi dalam sepekan terakhir ini mengejutkan tentara Yaman. Mereka menyerang lokasi-lokasi yang tidak pernah mereka serang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pelabuhan al-Makha.
Melansir Al Jazeera, pernyataan yang dikeluarkan oleh Yahya Saree, juru bicara Ansar Allah, menyebut serangan itu sebagai operasi penghancuran berskala luas yang melibatkan puluhan rudal dan pesawat nirawak (drone) Yaman, dengan target yang ia sebut sebagai penumpukan kekuatan Saudi di pelabuhan al-Makha.
Ini merupakan indikasi bahwa kelompok Ansar Allah mungkin berencana melakukan pergerakan untuk mencoba merebut kembali pelabuhan tersebut. Pelabuhan itu merupakan pelabuhan strategis yang terletak di pesisir barat Taiz. Lokasi ini memberikan keuntungan strategis, tidak hanya terkait Laut Merah tetapi juga dalam memantau kapal tanker minyak dan pergerakan kapal yang datang dari Laut Arab.Kelompok Houthi menyatakan bahwa alasan serangan tersebut adalah keyakinan mereka bahwa Arab Saudi menggunakan pelabuhan itu untuk memperkuat dan memasok kembali pasukan pemerintah Yaman yang ditempatkan di wilayah Taiz tersebut.
Sebelumnya, tentara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan bahwa serangan yang diklaim oleh kelompok Houthi telah menewaskan sedikitnya tujuh orang di pelabuhan al-Makha.
Serangan tersebut, yang juga menghantam kawasan permukiman di sekitar distrik itu, melukai sekitar 35 orang, menurut laporan media setempat yang mengutip sumber medis.
Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan dengan "sejumlah besar rudal balistik dan pesawat nirawak (drone)" tersebut, seraya menyatakan bahwa targetnya adalah "pasukan musuh dari Arab Saudi dan gudang senjata".
Kemudian, Kementerian Luar Negeri Kuwait menyambut baik pernyataan Dewan Keamanan PBB yang mengecam serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi sejak 13 Juli serta serangan terhadap kapal komersial sejak 22 Juli.Kelompok Houthi—yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa—telah berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Arab Saudi serta menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah dan perairan sekitarnya, sehingga mengganggu salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Serangan-serangan tersebut telah memicu kecaman internasional yang luas dan mendorong seruan untuk menegakkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2216, yang menetapkan embargo senjata terhadap kelompok Houthi.
Kuwait menyampaikan apresiasi penuh atas penegasan Dewan Keamanan mengenai perlunya mematuhi hukum internasional dan resolusi-resolusi terkait, termasuk Resolusi 2216, serta penolakannya terhadap tindakan yang mengancam keamanan kawasan dan kebebasan navigasi maritim.
Kementerian tersebut menegaskan kembali solidaritas Kuwait terhadap Arab Saudi serta dukungannya atas segala langkah yang diambil Riyadh untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya. Pihaknya juga menegaskan kembali dukungan Kuwait bagi pemerintah sah Yaman dan upaya utusan khusus PBB untuk mewujudkan perdamaian serta stabilitas di Yaman.





