Pejabat Kerajaan: Iran dan Proksinya Sedang Bersiap Menyerang Arab Saudi
Terdapat intelijen yang kredibel dari Arab Saudi, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Teluk yang mengindikasikan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan kelompok proksi pro-Iran sedang bersiap untuk menyerang Arab Saudi. Demikian diungkap pejabat senior Kerajaan Arab Saudi.
Berbicara kepada Al Arabiya English pada Kamis malam, pejabat senior itu mengatakan kelompok proksi pro-Iran tersebut adalah Houthi Yaman dan kelompok milisi Irak.
Baca Juga: Mengapa Arab Saudi Mengubah Perannya dalam Perang Iran? Ini Analisisnya
Pejabat yang berbicara dengan syarat anonimitas tersebut mengatakan laporan-laporan tentang persiapan serangan itu sangat mengkhawatirkan karena muncul di saat kerajaan terus berupaya mendorong de-eskalasi dan solusi damai, dengan negosiasi yang bergerak ke arah positif.
"Komunikasi dengan semua pihak, termasuk Iran, serta upaya mediasi tampaknya bergerak ke arah yang tepat," ujar pejabat.Laporan intelijen muncul tak lama setelah sumber-sumber Irak menyatakan memiliki informasi yang mengindikasikan adanya faksi bersenjata yang berniat melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap negara-negara tetangga dalam waktu 48 jam.Lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi target serangan mencakup infrastruktur energi, pelabuhan, dan bandara. Otoritas Arab Saudi juga siaga memantau pergerakan pesawat nirawak dan rudal, yang kemungkinan berasal dari dua arah; Irak dan Yaman.
Lebih lanjut, pejabat senior tersebut mengatakan kerja sama antara Arab Saudi dan AS tetap sangat erat di semua tingkatan, termasuk secara operasional dengan Komando Pusat AS (CENTCOM). Menurutnya, kerajaan siap mengambil segala langkah yang diperlukan untuk merespons agresi apa pun.
Ketegangan telah meningkat tajam di Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir.
Pada 29 Juli, Arab Saudi melancarkan serangan gabungan bersama CENTCOM terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak, setelah menuding mereka sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi.
Kelompok-kelompok Irak tersebut bersumpah akan melakukan pembalasan.
Dari arah selatan, kelompok Houthi Yaman menerapkan apa yang mereka sebut sebagai blokade laut terhadap kerajaan tersebut di Laut Merah dan mengeklaim telah melakukan serangkaian serangan terhadap kapal serta target militer Arab Saudi.
Pasukan Arab Saudi telah membalas dengan melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi militer di Yaman.






