Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia

Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia

Global | sindonews | Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:30
share

Ukraina mengklaim pada hari Sabtu bahwa rudalnya telah menghantam fasilitas industri militer di kota Volgograd, Rusia selatan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan di platform media sosial AS X bahwa rudal jelajah FP-5 Flamingo negaranya menghantam pabrik Titan-Barrikady pada malam sebelumnya, dan mengklaim hal itu mengakibatkan kebakaran di lokasi fasilitas tersebut.

Dalam menggambarkan pabrik tersebut, Zelenskyy mengatakan bahwa itu adalah "target yang tepat untuk sanksi jarak jauh kami," dan bahwa itu adalah "kompleks industri utama" tempat Rusia memproduksi sistem artileri dan peralatan militer khusus, termasuk komponen untuk sistem peluncur rudal yang digunakan dalam serangan terhadap Ukraina.

“Jangkauan sanksi jarak jauh Ukraina terus meluas. Dan justru tekanan kami, hari demi hari, yang meletakkan dasar bagi perdamaian yang bermartabat pada akhirnya,” tambahnya, dilansir Anadolu.

Sebelumnya, Gubernur Volgograd Andrey Bocharov menulis di platform media sosial Telegram yang berbasis di Dubai bahwa sebuah fasilitas produksi yang tidak disebutkan namanya milik sebuah perusahaan di distrik Krasnooktyabrsky di pusat administrasi wilayah tersebut rusak akibat serangan semalam.

“Sayangnya, ada korban jiwa akibat serangan rudal hari ini. Jenazah seorang karyawan pabrik ditemukan selama operasi pembersihan,” kata Bocharov dalam pernyataan selanjutnya, menambahkan bahwa 11 orang lainnya dirawat di rumah sakit, dengan dua orang dalam kondisi serius.

Bocharov juga mengatakan bahwa pencarian terhadap orang lain di pabrik tersebut masih berlangsung.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim dalam pernyataan terpisah bahwa pertahanan udara negara itu menembak jatuh 175 drone Ukraina di 10 wilayah negara tersebut, serta di Laut Hitam dan Krimea, yang secara ilegal dianeksasi Moskow pada tahun 2014.

Verifikasi independen atas klaim kedua belah pihak sulit dilakukan karena perang yang masih berlangsung.

Topik Menarik